Berita

Sidang PBB terkait pencegahan genosida dan kejahatan kemanusiaan/Repro

Politik

Indonesia Tolak Resolusi PBB Untuk Pencegahan Genosida, Gde Siriana: Menlu Harus Klarifikasi

KAMIS, 20 MEI 2021 | 11:23 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Hasil voting dalam rapat pleno Sidang Umum PBB yang berlangsung 17-18 Mei 202i cukup mengejutkan.

Indonesia masuk sebagai salah satu negara yang menyatakan 'No' atas resolusi PBB soal kewajiban negara-negara untuk melindungi dan mencegah genosida, kejahatan perang, pembersihan etnis, dan kejahatan terhadap kemanusiaan.  

Hasil voting dalam sidang tersebut adalah 115 negara memberikan suara mendukung, 28 abstain, dan 15 suara menentang. Indonesia jadi salah satu dari 15 negara yang menentang.


Selain Indonesia, ada Korea Utara, Kyrgyztan, Nikaragua, Zimbabwe, Venezuela, Burundi, Belarusia, Eritrea, Bolivia, Rusia, China, Mesir, Kuba, dan Suriah yang ikut menyatakan 'No'.

"Ini harus diklarifikasi Menlu," ucap Direktur Eksekutif Indonesia Future Studies (INFUS), Gde Siriana Yusuf, Kamis (20/5).

"Mengapa RI menolak Resolusi PBB ini, terkait perlindungan dan pencegahan kejahatan perang, pembersihan etnis, dan kejahatan terhadap kemanusiaan," tandas Gde Siriana.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Bos Exxon Prediksi Harga Minyak Bakal Lebih Meledak

Sabtu, 02 Mei 2026 | 14:21

SSMS Bagikan Dividen Rp800 Miliar dari Laba 2025

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:51

Postidar Kecam Video Diduga Pernyataan Amien Rais soal Sekkab Teddy

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:18

Bank Dunia Proyeksikan Harga Emas dan Perak Turun pada 2027

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:00

Hardiknas 2026, Komisi X DPR Ingin Pendidikan Berkualitas Merata ke Pelosok

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:37

Polda Metro Pulangkan 101 Orang yang Diamankan Saat May Day

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:30

China Minta PBB Tinjau Ulang Rencana Penarikan Pasukan UNIFIL dari Lebanon

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:21

Ratusan Demonstran Ditangkap dalam Aksi Hari Buruh di Turki

Sabtu, 02 Mei 2026 | 11:17

Komisi III DPR: Pemberantasan Narkoba Tak Boleh Kendor!

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:59

Yen Bergolak: Intervensi Jepang Paksa Dolar AS Rasakan Kerugian Mingguan Terburuk

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:41

Selengkapnya