Berita

Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) yang juga, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto./Dok

Politik

Menko Airlangga: Vaksin Gotong Royong Percepat Vaksinasi Bagi Usia Produktif

RABU, 19 MEI 2021 | 19:06 WIB | LAPORAN: YELAS KAPARINO

Secara resmi, program Vaksinasi Gotong Royong telah dimulai pada 18 Mei 2021, kemarin. Vaksinasi perdana dilakukan bagi pekerja di Kawasan Industri Jababeka, Cikarang, Bekasi, Jawa Barat yang ditinjau langsung oleh Presiden Joko Widodo.

Berdasarkan data Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, sekitar 22.750 perusahaan telah mendaftar program vaksin Gotong Royong. Total, ada sebanyak 10 juta orang pekerja yang akan divaksin.

Tahap awal pelaksanaan vaksinasi Gotong Royong meliputi Jabodetabek untuk sekitar 220 ribu orang dari berbagai sektor industri (antara lain manufaktur, petrokimia dan makanan-minuman).


Saat ini sekitar 420 ribu dosis vaksin sudah terdistribusi. Total vaksin Sinopharm yang sudah tiba untuk vaksin Gotong Royong sebanyak 500 ribu dosis. Total vaksin yang sudah komitmen sebanyak 7,5 juta dosis dan berpotensi menjadi 15 juta dosis. Pengadaan vaksin ini dilakukan oleh PT Bio Farma (Persero).

Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) yang juga, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan, pemerintah mendorong percepatan pelaksanaan Vaksin Gotong Royong.

Tujuannya untuk mencapai target vaksinasi 70 juta penduduk pada periode Agustus-September 2021 mendatang. Diharapkan dengan semakin banyak penduduk yang divaksinasi, kurva kasus aktif Covid-19 akan terus melandai.

"Vaksinasi Gotong Royong sudah dibuka Presiden dan sudah ada 19 perusahaan yang mengikuti. Ini memberi sinyal positif. Juga untuk mengakselerasi tercapainya herd immunity.  Gotong Royong ini menunjukkan korporasi burden sharing dengan pemerintah, di mana  produktivitas karyawan ditanggung mereka,” jelas Menko Airlangga dalam keterangannya yang diterima redaksi, Rabu  (19/5).

Pemerintah telah menetapkan harga Vaksin Gotong Royong Rp321.660, dengan tarif maksimal pelayanan vaksinasi sebesar Rp117.910. Sehingga, total biaya maksimal untuk dua kali vaksinasi (harga pembelian dan pelayanan vaksinasi) sebesar aitu Rp879.140 per orang.

Adapun mekanisme pendaftaran Vaksinasi Gotong Royong ada di bawah kontrol Kementerian Kesehatan serta dilaksanakan oleh Kadin dan Bio Farma. Bagi perusahaan yang sudah mendaftar maka akan terakselerasi jadwal vaksinasinya, sedangkan yang tidak mendaftar harus ikut penjadwalan dari program Pemerintah. Pemerintah juga sudah bekerja sama dengan beberapa fasilitas kesehatan di berbagai daerah, baik yang bekerja sama dengan korporasi maupun RS swasta.

Airlangga menambahkan, pemerintah telah mencapai komitmen dengan beberapa produsen vaksin untuk pengadaan hingga akhir tahun ini. Antara lain, Sinovac (sampai November 2021) sekitar 147 juta dosis, Novavax (semester kedua) sekitar 50 juta, lalu Covax Gavi (sistem multilateral, sampai Desember 2021) sebanyak 54 juta, AstraZeneca (sampai Desember 2021) ditargetkan 20 juta.

“Pfizer juga rencananya diadakan pada semester kedua sebanyak 50 juta dosis. Juga ada tambahan vaksin bilateral dari Covax Gavi sebanyak 60 juta, dan Vaksin Gotong Royong (Sinopharm) direncanakan 15 juta,” terang Menko Airlangga.

Dengan demikian, pada Juli-Agustus 2021 mendatang, total akumulatif vaksin yang diadakan mencapai 140 juta dosis.

"Tentu kita melihat situasi dan kondisi dari masing-masing manufaktur, karena ada beberapa negara dengan demand tinggi yang terkadang mengubah jadwalnya. Dengan 140 juta vaksin yang diadakan di Juli dan di Agustus diharapkan sudah sekitar 190 juta, maka target vaksinasi dari Presiden, sebanyak 70 juta itu akan bisa dicapai,” ujar Airlangga.

Terkait pelaksanaan vaksinasi di luar lansia (yaitu penduduk berusia 18-59 tahun) akan disesuaikan tahapan, jumlah, beserta daerahnya.

“Salah satu tugas sudah dimulai terkait sektor Gotong Royong untuk mereka yang berusia produktif. Dengan bertambah jumlah vaksin dan vaksinasi lansia bisa diselesaikan sesuai target, maka sudah akan bisa dimulai untuk program Pemerintah bagi mereka yang masuk dalam rentang usia (produktif) ini,” tandas Airlangga.

Populer

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Roy Suryo Cs di Atas Angin terkait Kasus Ijazah Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:12

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Jokowi Makin Terpojok secara Politik

Minggu, 15 Februari 2026 | 06:59

Lima BPD Berebut Jadi Tuan Rumah Munas BPP HIPMI XVIII

Minggu, 15 Februari 2026 | 12:17

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Kasihan Banyak Tokoh Senior Ditipu Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 14:19

UPDATE

BNI dan Universitas Terbuka Perkuat Digitalisasi Dana Riset

Rabu, 25 Februari 2026 | 18:10

KPK Agendakan Ulang Periksa Budi Karya Pekan Depan

Rabu, 25 Februari 2026 | 18:05

BGN Tegaskan Jatah MBG Rp8–10 Ribu per Porsi, Bukan Rp15 Ribu

Rabu, 25 Februari 2026 | 17:52

PDIP Singgung Keadilan Anggaran antara Pendidikan dengan MBG

Rabu, 25 Februari 2026 | 17:30

Purbaya Tunggu Arahan Prabowo soal Usulan THR Bebas Pajak

Rabu, 25 Februari 2026 | 17:25

Saksi Sebut Tak Ada Aliran Dana ke Nadiem dan Harga Chromebook Dinilai Wajar

Rabu, 25 Februari 2026 | 17:20

Mudik Gratis Jasa Marga 2026 Dibuka, Ini Cara Daftar dan Rutenya

Rabu, 25 Februari 2026 | 17:18

Legislator PDIP Minta Tukang Ojek Pandeglang Dibebaskan dari Tuntutan Hukum

Rabu, 25 Februari 2026 | 17:11

Meksiko Jamin Piala Dunia 2026 Aman usai Bentrokan Kartel

Rabu, 25 Februari 2026 | 17:00

5 Cara Mencegah Dehidrasi saat Puasa Ramadan agar Tubuh Tetap Bugar

Rabu, 25 Februari 2026 | 16:54

Selengkapnya