Berita

Olimpiade Tokyo/Net

Dunia

RS Dipenuhi Pasien Covid-19, Asosiasi Dokter Jepang Minta Pemerintah Batalkan Olimpiade Tokyo

SELASA, 18 MEI 2021 | 12:39 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Organisasi dokter di Jepang memberikan seruan kepada pemerintah untuk membatalkan gelaran pesta olahraga Olimpiade Tokyo pada musim panas nanti.

Asosiasi Praktisi Medis Tokyo pada Senin (17/5) mengatakan rumah sakit sudah kewalahan dengan lonjakan infeksi Covid-19 dan tidak memiliki kapasitas cadangan untuk tambahan kasus lainnya jika Olimpiade Tokyo digelar.

"Kami sangat meminta pihak berwenang untuk meyakinkan IOC (Komite Olimpiade Internasional) bahwa penyelenggaraan Olimpiade itu sulit dan perlu dibatalkan," ujar asosiasi tersebut dalam surat terbuka bertanggal 14 Mei yang ditujukan kepada Perdana Menteri Yoshihide Suga.


"Institusi medis yang menangani Covid-19 sibuk dan hampir tidak memiliki kapasitas cadangan," tambah asosiasi tersebut, seperti dikutip Reuters.

Asosiasi yang mewakili 6.000 dokter di Jepang itu mengatakan pihaknya khawatir dengan penyelenggaraan Olimpiade lantaran kurangnya tenaga kesehatan dan tempat tidur di beberapa rumah sakit di ibukota.

Jika Olimpiade digelar, tenaga kesehatan akan mengalami kesulitan karena menangani pasien lainnya. Apabila Olimpiade berkontribusi pada peningkatan kematian, maka pemerintah Jepang akan memikul tanggung jawab.

Dalam suratnya, mereka juga mendorong pemerintah untuk memperpanjang keadaan darurat untuk ketiga kalinya di Tokyo dan beberapa prefektur lainnya hingga 31 Mei.

Selain asosiasi tersebut, seruan untuk membatalkan Olimpiade Tokyo juga telah disampaikan oleh sejumlah pakar kesehatan dan kelompok medis lainnya.

Di dunia maya juga muncul petisi pembatalan Olimpiade Tokyo yang telah ditandatangani oleh ratusan ribu orang.

Secara keseluruhan, Jepang telah menghindari penyebaran virus secara eksponensial, tetapi pemerintah mendapat kecaman tajam karena peluncuran vaksinasi yang lamban.

Hanya sekitar 3,5 persen dari populasi sekitar 126 juta yang telah divaksinasi.

Olimpiade Tokyo dijadwalkan digelar pada 23 Juli hingga 8 Agustus dengan protokol kesehatan yang ketat.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

UPDATE

MNC Siap Lawan Putusan CMNP Lewat Banding hingga PK!

Selasa, 28 April 2026 | 20:09

Menyambut Hardiknas 2026: Mengupas Makna Tema, Filosofi Logo, dan Harapan Pendidikan Indonesia

Selasa, 28 April 2026 | 20:06

RUPS bjb Angkat Susi Pudjiastuti Jadi Komut, Ayi Subarna Dirut

Selasa, 28 April 2026 | 20:02

KAMMI Ingin Perempuan jadi Penggerak Kedaulatan Energi

Selasa, 28 April 2026 | 20:01

Membaca Paslon Pimpinan NU di Muktamar ke-35

Selasa, 28 April 2026 | 19:59

Prabowo Sempatkan Ziarah ke Makam Sang Kakek Margono Djojohadikusumo

Selasa, 28 April 2026 | 19:47

Jamaluddin Jompa Kembali Jabat Rektor Unhas

Selasa, 28 April 2026 | 19:47

Legislator Golkar Desak Dirut KAI Mundur

Selasa, 28 April 2026 | 19:44

RUPST bank bjb, Susi Pudjiastuti Komut Independen

Selasa, 28 April 2026 | 19:42

Polri Unjuk Gigi, Timnas Silat Sapu Emas di Belgia

Selasa, 28 April 2026 | 19:34

Selengkapnya