Berita

Bangunan di Gaza, Palestina hancur akibat serangan udara Israel/Net

Dunia

Serikat Pekerja Italia Ogah Terlibat Pengiriman Senjata Ke Israel: Tangan Kami Tak Ingin Berlumuran Darah

SELASA, 18 MEI 2021 | 09:42 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Seriat pekerja di Italia mengumumkan tidak akan ikut ambil bagian dalam pemuatan kiriman senjata ke Israel karena tidak ingin tangan mereka "dilumuri darah".

Dalam pernyataan yang dikutip Sputnik pada Selasa (18/5), L'Unione Sindacale di Base (USB) mengatakan telah menerima informasi bahwa kapal kargo berbendera Singapura, Asiatic Island, sedang mengangkut kontainer berisi senjata dan bahan peledak yang ditujukan ke Pelabuhan Ashdod, Israel.

"Senjata dan bahan peledak (tersebut) akan digunakan untuk membunuh penduduk Palestina yang sudah dilanda serangan hebat malam ini, yang menyebabkan ratusan korban di antara penduduk sipil termasuk anak-anak," ujar mereka.


Informasi tersebut mereka dapatkan dari Autonomous Port Workers Collective of Genoa dan The Weapon Watch, pengawas berbasis Genoa yang fokusnya adalah transit senjata di pelabuhan Eropa dan Mediterania.

"Kami telah mengirimkan laporan mendesak ke Otoritas Pelabuhan, Kantor Master Pelabuhan dan Occupational Medicine ASL sehingga mereka dapat segera melakukan pemeriksaan yang sesuai," lanjut USB.

“Pekerjaan itu penting, terutama di saat-saat ini, tetapi ini tidak dapat membuat kita menutup mata, atau lebih buruk lagi, membuat kita terlibat dalam pembantaian penduduk sipil yang berkelanjutan," tambah mereka.

Setelah pernyataan tersebut, muncul laporan yang merinci bahwa pengiriman senjata kemudian dimuat di kota pelabuhan Napoli di Italia selatan.

Namun, serikat pekerja SI Cobas mengambil keputusan yang sama, menolak untuk ambil bagian dari kiriman senjata tersebut.

“Kami mengecam keterlibatan pemerintah Italia dan hampir semua pasukan parlementer dengan agresi Israel. Kami mencela persetujuan diam-diam negara Italia atas transit persenjataan perang Israel melalui pelabuhan kami," ujar SI Cobas dalam pernyataannya.

"Tangan kami tidak akan berlumuran darah untuk mendukung perangmu," tegas mereka.

Menurut Channel 12, pejabat Israel saat ini berupaya untuk mempercepat kiriman. Israel menuding serikat pekerja telah melakukan perang ekonomi dengan keputusan tersebut.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Kodam XII/Tanjungpura Geser Pasukan Atasi Karhutla ke Selatan Kalbar

Sabtu, 19 September 2026 | 05:09

Ketika Politik Uang Dianggap Wajar

Sabtu, 19 September 2026 | 04:45

Profesor Webster University: Pimpinan Negara Barat Harus Contoh Prabowonomics

Sabtu, 19 September 2026 | 04:16

Ekosistem Pengolahan Ikan Skala Mikro dan Kecil Terus Diperkuat

Sabtu, 19 September 2026 | 03:45

Fapet IPB University Hasilkan Inovasi Songsong Komersialisasi Ayam Lokal

Sabtu, 19 September 2026 | 03:13

Kejati Sumut Didesak Usut Tuntas Kasus Lahan Tol Medan-Binjai

Sabtu, 19 September 2026 | 02:45

Ketika Polemik Ijazah Berubah jadi Komoditas Politik

Sabtu, 19 September 2026 | 02:17

Tim Hukum UIN Jakarta Datangi Kejati Banten Usut Korupsi Eks Rektor

Sabtu, 19 September 2026 | 01:50

Humanika Harus Bantu Presiden Bawa Keluar RI dari Middle Income Trap

Sabtu, 19 September 2026 | 01:26

Konstruksi Waktu Dugaan TPPU dan Pemerasan Kasus Febrie Tidak Sinkron

Sabtu, 19 September 2026 | 01:02

Selengkapnya