Berita

Aksi protes menolak kudeta militer Myanmar/Net

Dunia

Tekan Junta, AS Jatuhkan Sanksi Pada 16 Pejabat Senior Myanmar

SELASA, 18 MEI 2021 | 08:18 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Amerika Serikat (AS) menjatuhkan sanksi baru kepada pemerintahan junta Myanmar yang dianggap telah melakukan kekerasan kepada pengunjuk rasa pro-demokrasi.

Departemen Keuangan AS pada Senin (17/5) mengumumkan, sanksi diberikan kepada 16 pejabat senior Myanmar dan anggota keluarga mereka.

Di antara mereka yang masuk dalam daftar hitam Departemen Keuangan adalah empat anggota Dewan Administrasi Negara junta militer, tujuh menteri, ketua komisi pemilihan yang dikendalikan militer, dan gubernur Bank Sentral Myanmar.


Sedangkan tiga orang lainnya adalah anak-anak anggota Dewan Administrasi Negara yang telah dijatuhi sanksi oleh AS sebelumnya, seperti dikutip AFP.

"Rezim militer Myanmar dengan keras menekan gerakan pro-demokrasi di negara itu dan bertanggung jawab atas serangan kekerasan dan mematikan yang sedang berlangsung terhadap rakyat Burma, termasuk pembunuhan anak-anak," kata Departemen Keuangan.

Dengan sanksi tersebut, mereka tidak dapat melakukan transaksi atau berbisnis dengan individu, perusahaan, dan bank AS. Washington juga akan membekukan aset yang mereka miliki di bawah yurisdiksi AS.

Departemen Keuangan mengatakan, Kanada dan Inggris juga mengumumkan sanksi serupa terhadap anggota pemerintahan militer.

AS dan negara-negara Barat telah menjatuhkan sanksi kepada pemerintahan militer Myanmar untuk menekan para jenderal. Sanksi tersebut bertujuan untuk mengunci mengisolasi junta dari perdagangan global.

Junta Myanmar melakukan kudeta pada 1 Februari untuk menggulingkan pemerintah terpilih. Setelah itu, Myanmar dilanda protes yang ditanggapi dengan kekerasan oleh aparat keamanan.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

UPDATE

MNC Siap Lawan Putusan CMNP Lewat Banding hingga PK!

Selasa, 28 April 2026 | 20:09

Menyambut Hardiknas 2026: Mengupas Makna Tema, Filosofi Logo, dan Harapan Pendidikan Indonesia

Selasa, 28 April 2026 | 20:06

RUPS bjb Angkat Susi Pudjiastuti Jadi Komut, Ayi Subarna Dirut

Selasa, 28 April 2026 | 20:02

KAMMI Ingin Perempuan jadi Penggerak Kedaulatan Energi

Selasa, 28 April 2026 | 20:01

Membaca Paslon Pimpinan NU di Muktamar ke-35

Selasa, 28 April 2026 | 19:59

Prabowo Sempatkan Ziarah ke Makam Sang Kakek Margono Djojohadikusumo

Selasa, 28 April 2026 | 19:47

Jamaluddin Jompa Kembali Jabat Rektor Unhas

Selasa, 28 April 2026 | 19:47

Legislator Golkar Desak Dirut KAI Mundur

Selasa, 28 April 2026 | 19:44

RUPST bank bjb, Susi Pudjiastuti Komut Independen

Selasa, 28 April 2026 | 19:42

Polri Unjuk Gigi, Timnas Silat Sapu Emas di Belgia

Selasa, 28 April 2026 | 19:34

Selengkapnya