Berita

Managing Director Sinar Mas, Saleh Husin (paling kanan)/Net

Nusantara

Disuntikkan Besok, Karyawan Sinar Mas Awali Vaksinasi Gotong Royong

SENIN, 17 MEI 2021 | 18:45 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Kementerian BUMN dijadwalkan akan melakukan penyuntikan perdana vaksin gotong royong untuk pekerja industri manufaktur, Selasa (18/5).

Informasi yang beredar menyebutkan bahwa vaksinasi perdana itu akan dilangsungkan di kawasan industri di Jababeka, Cikarang, Bekasi, Selasa (18/5).

Rencananya Presiden Joko Widodo beserta jajaran menteri terkait turut hadir secara virtual dalam penyuntikan perdana vaksin gotong royong.


Managing Director Sinar Mas, Saleh Husin mengatakan, perkenan pemerintah atas inisiatif vaksinasi gotong royong menjadi momentum percepatan dan perluasan cakupan vaksinasi Covid-19, khususnya di lingkup manufaktur.

"Menjadi perusahaan yang memvaksinasi karyawan melalui payung vaksinasi gotong royong tidak semata upaya melindungi karyawan kami, namun lebih luas lagi adalah komitmen sektor industri guna bersama-sama mempercepat terbangunnya kekebalan komunitas guna memutus rantai penyebaran Covid-19," ujar Saleh Husin jelang pelaksanaan vaksinasi gotong royong sektor makanan di Marunda, Kabupaten Bekasi, Senin (17/5).

Sekitar 600 karyawan Marunda Refinery Sinar Mas Agribusiness and Food akan mendapatkan vaksinasi menggunakan vaksin Sinopharm, untuk kemudian secara bertahap menjangkau hingga 3.000 karyawan.

Tidak sendirian, diantara 19 perusahaan yang mengawali vaksinasi gotong royong, bergabung juga Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas memvaksinasi 4.000 orang karyawannya di PT Indah Kiat Pulp & Paper, Tbk Tangerang Mill.

Saleh Husin mengatakan, sesuai Peraturan Menteri Kesehatan No. 10/2021 tentang Pelaksanaan Vaksinasi Dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Covid-19, kegiatan yang diinisiasi Kamar Dagang dan Industri Indonesia ini menjadi tanggungan sektor industri, dan mesti berlangsung di luar fasilitas pelayanan kesehatan milik pemerintah.

"Vaksin yang digunakan pun berbeda dengan program pemerintah yang tengah berlangsung," ucap mantan Menteri Perindustrian itu.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

Besok Pantura Jateng Diprediksi Banjir Rob Lebih Lama

Minggu, 14 Juni 2026 | 22:22

Turun Ke Kupang, Komut Pertamina Pastikan Pasokan Energi di Perbatasan Aman

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:47

Prabowo Terima Laporan Rosan soal Lonjakan Kepercayaan Investor Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:40

Masyarakat Harus Jaga Persatuan di Tengah Tekanan Ekonomi Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:26

Prabowo Kumpulkan Sejumlah Menteri di Kertanegara, Bahas Apa?

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:21

Ketum PKB: Politik Bukan Cuma Rebutan Kekuasaan!

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:19

Wakapolri dan Akpol '90 Bakti Sosial dan Kesehatan Gratis

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:49

Tuan Guru Batak Kecam Eks Ketua BEM UGM yang Diduga Hina Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:32

PKB Jabar Fest Siapkan Kader Muda jadi Pemimpin Masa Depan

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:31

KPK Buka Fakta Viral Foto Tumpukan Uang Valas Silmy Karim

Minggu, 14 Juni 2026 | 19:53

Selengkapnya