Berita

Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Muhaimin Iskandar (Gus Ami)/Net

Politik

Investasi RI Berangsur Membaik, Ketum PKB Minta Pemerintah Jaga Momentum Pemulihan Ekonomi Dengan Pemda

SENIN, 17 MEI 2021 | 00:31 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Nilai investasi Indonesia yang berangsur membaik mesti dijaga momentumnya melalui sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah (pemda).

Hal itu merupakan satu aspek kerja pemerintah di masa pandemi Covid-19 yang kembali diingatkan Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Muhaimin Iskandar.

Sosok yang kerap disapa Gus Ami ini menturkan, Indonesia diprediksi akan memasuki masa pemulihan pada triwulan II-2021. Salah satu indikator skenario prediktif tersebut adalah pertumbuhan realisasi nilai investasi.


Dia mengacu data Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yag mencatat realisasi investasi pada Triwulan I (periode Januari – Maret) 2021 sebesar Rp 219,7 triliun, atau meningkat sebesar 2,3 persen dari periode sebelumnya (kuartal ke kuartal) dan naik 4,3 persen dibandingkan tahun 2020.

Karena itu, Wakil Ketua DPR RI Bidang Korkesra ini meminta agar iklim investasi tetap kondusif dengan mengambil langkah-langkah kebijakan yang lebih implementatif. Termasuk terkait penanganan pandemi Covid-19 yang sejauh ini masih menjadi tantangan utama yang harus dikelola pemerintah secara lebih serius lagi.

”Kebijakan mudik lebaran misalnya, meskipun telah dilarang, namun tetap tidak mampu membendung secara penuh mobilitas masyarakat. Kondisi yang tentunya akan meningkatkan risiko lonjakan kasus dan penyebaran Covid-19,” ujar Muhaimin kepada wartawan, Minggu (16/5).

Di sisi lain, program vaksinasi nasional menurutnya juga masih belum mencapai target yang ditetapkan. Sehingga, Muhaimin mendorong pemerintah untuk menuntaskan program tersebut sebagai bentuk penanganan antisipasi lonjakan kasus Covid-19.

Disamping itu, dari nilai investasi Indonesia yang menunjukkan optimisme, seiring dengan semakin berkembangnya perusahaan-perusahaan rintisan (startup) dari berbagai sektor seperti fintech dan logistik yang mulai memasuki pasar bursa, sebagai upaya untuk mendapatkan pendanaan.

Dari pendanaan tersebut, Muhaimin berharap perusahaan-perusahaan tersebut dapat mendorong banyak usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai mitra mereka untuk terus tumbuh berkembang di dalam negeri.

Selain pada perusahaan rintisan, Muhaimin juga menyinggung investasi di sektor manufaktur yang dia nilai perlu terus didorong, mengingat sektor tersebut merupakan salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi, terutama bagi industri yang memiliki nilai tambah tinggi dan menyerap banyak tenaga kerja.

Sehingga dia berpendapat, melalui fungsi anggaran, DPR perlu secara berkala mengevaluasi besaran anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi yang untuk sebagian ditopang dengan keberhasilan program PEN yang hingga 30 April 2021 realisasi anggarannya telah mencapai 22,3% persen.

Dengan mempercepat realisasi anggaran PEN, Muhaimin meyakini perusahaan-perusahaan yang menerima pendanaan program dapat memberikan dampak bagi ekonomi sejenis, terutama bagi startup yang melibatkan UMKM sebagai mitra mereka.

”Bersama-sama pemerintah, DPR RI dapat melakukan perhitungan kembali (re-exercise) besarnya dana transfer bagi daerah, terutama daerah-daerah yang memiliki potensi sebagai kawasan tujuan investasi untuk dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut di antaranya melalui penciptaan lapangan kerja dan pemberdayaan pelaku usaha di daerah-daerah tersebut,” katanya.

”Yang tidak kalah penting, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah masih menjadi persoalan klasik yang terbukti dapat menyebabkan disinsentif bagi dunia investasi. Ini harus terus diperbaiki,” tutupnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya