Berita

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi/Net

Dunia

Indonesia Dorong OKI Dan GNB Gelar Pertemuan Khusus Bahas Ketegangan Palestina-Israel

RABU, 12 MEI 2021 | 13:17 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Indonesia mengecam perluasan ketegangan dan kekerasan yang terjadi di Jalur Gaza baru-baru ini, di mana puluhan warga sipil menjadi korban jiwa.

Hal itu disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi di Bandara Soekarno-Hatta pada Rabu (12/5), seperti disiarkan secara langsung oleh kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Pemerintah Indonesia, melalui Presiden Joko Widodo, telah menyampaikan posisi terhadap isu Palestina pada Selasa (11/5). Indonesia mengutuk kekerasan Israel dan mendesak Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa Bangsa (DK PBB) untuk mengambil langkah nyata terhadap pelanggaran oleh Israel.


"Tindakan Israel mengusir warga Palestina dari Syeikh Jarrah, Yerusalem Timur, dan menyerang warga sipil Palestina di Masjid Al Aqsa, merupakan tindakan yang tidak dapat dibiarkan," kata Retno mengulang pernyataan Jokowi.

Retno mengatakan, Indonesia berusaha semaksimal mungkin untuk memperjuangkan hak-hak Palestina di semua lini, termasuk di Committee on the Exercise of the Inalienable Rights of the Palestine.

Komite tersebut berada di Majelis Umum PBB yang dibentuk pada 1975. Saat ini Indonesia merupakan salah satu negara anggota dan memangku jabatan wakil ketua.

"Indonesia juga mengusulkan agar OKI (Organisasi Kerja Sama Islam) dan GNB (Gerakan Non Blok) dapat segera melakukan pertemuan khusus untuk membahas masalah ini," ujar Retno.

Selain itu, ia mengatakan, Indonesia mendesak agar DK PBB mengambil langkah nyata untuk menghentikan kekerasan agar menghadirkan keadilan dan perlindungan bagi Palestina.

"Sudah terlalu lama hak-hak bangsa dan rakyat Palestina digerogoti oleh Israel. Indonesia akan terus bersama rakyat dan bangsa Palestina dalam memperjuangkan hak-haknya," pungkas Retno.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Kodam XII/Tanjungpura Geser Pasukan Atasi Karhutla ke Selatan Kalbar

Sabtu, 19 September 2026 | 05:09

Ketika Politik Uang Dianggap Wajar

Sabtu, 19 September 2026 | 04:45

Profesor Webster University: Pimpinan Negara Barat Harus Contoh Prabowonomics

Sabtu, 19 September 2026 | 04:16

Ekosistem Pengolahan Ikan Skala Mikro dan Kecil Terus Diperkuat

Sabtu, 19 September 2026 | 03:45

Fapet IPB University Hasilkan Inovasi Songsong Komersialisasi Ayam Lokal

Sabtu, 19 September 2026 | 03:13

Kejati Sumut Didesak Usut Tuntas Kasus Lahan Tol Medan-Binjai

Sabtu, 19 September 2026 | 02:45

Ketika Polemik Ijazah Berubah jadi Komoditas Politik

Sabtu, 19 September 2026 | 02:17

Tim Hukum UIN Jakarta Datangi Kejati Banten Usut Korupsi Eks Rektor

Sabtu, 19 September 2026 | 01:50

Humanika Harus Bantu Presiden Bawa Keluar RI dari Middle Income Trap

Sabtu, 19 September 2026 | 01:26

Konstruksi Waktu Dugaan TPPU dan Pemerasan Kasus Febrie Tidak Sinkron

Sabtu, 19 September 2026 | 01:02

Selengkapnya