Berita

Senator AS Bernie Sanders/Net

Dunia

Bernie Sanders Salahkan Netanyahu, Ketegangan Israel-Palestina Bisa Berujung Perang

RABU, 12 MEI 2021 | 12:15 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

  Senator Amerika Serikat (AS) Bernie Sanders menyalahkan pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu atas ketegangan antara Israel dan Palestina saat ini.

Sanders mengatakan, tindakan ekstremis pemerintahan sayap kanan Israel tersebut memicu konflik yang dapat berujung pada perang yang menghancurkan.

"Sekali lagi, kami melihat bagaimana tindakan tidak bertanggung jawab dari ekstremis sayap kanan sekutu pemerintah di Yerusalem dapat meningkat dengan cepat menjadi perang yang menghancurkan," kata Sanders di Twitter pada Rabu (12/5).


Pernyataan Sanders sendiri merujuk pada penggusuran paksa sejumlah keluarga Palestina dari lingkungan Sheikh Jarrah di Yerusalem Timur oleh otoritas Israel.

Insiden tersebut disusul dengan serangkaian bentrokan berdarah antara warga Palestina dan aparat keamanan Israel di kompleks Masjid Al Aqsa sejak Jumat (7/5) hingga saat ini.

Ketegangan juga meningkat ketika Hamas memberikan ultimatum kepada Israel untuk menarik pasukan dari Yerusalem pada Senin (10/5). Hamas kemudian mengirim serangan udara yang dibalas oleh Israel bertubi-tubi.

"Anak-anak Israel seharusnya tidak menghabiskan malam dengan ketakutan di tempat perlindungan bom, seperti yang dilakukan banyak orang malam ini. Anak-anak Palestina seharusnya tidak tumbuh di bawah kekerasan dan penindasan yang terus-menerus dari pendudukan, seperti yang dilakukan banyak orang, dan telah dilakukan," ujar politikus 79 tahun itu.

Lebih lanjut, Sanders mendorong pemerintahan Presiden AS Joe Biden untuk menyerukan gencatan senjata segera dan mengakhiri aktivitas pemukiman yang provokatif serta ilegal.

"Dan kita juga harus berkomitmen kembali untuk bekerja dengan Israel dan Palestina untuk mengakhiri konflik ini," tambahnya.

Hingga Selasa malam, serangan Israel ke Gaza telah menewaskan 30 warga Palestina, termasuk 10 anak-anak dan seorang wanita, serta melukai lebih dari 200 lainnya.

Sementara itu, di pihak Israel, tiga orang meninggal dunia dan 31 lainnya terluka.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Kodam XII/Tanjungpura Geser Pasukan Atasi Karhutla ke Selatan Kalbar

Sabtu, 19 September 2026 | 05:09

Ketika Politik Uang Dianggap Wajar

Sabtu, 19 September 2026 | 04:45

Profesor Webster University: Pimpinan Negara Barat Harus Contoh Prabowonomics

Sabtu, 19 September 2026 | 04:16

Ekosistem Pengolahan Ikan Skala Mikro dan Kecil Terus Diperkuat

Sabtu, 19 September 2026 | 03:45

Fapet IPB University Hasilkan Inovasi Songsong Komersialisasi Ayam Lokal

Sabtu, 19 September 2026 | 03:13

Kejati Sumut Didesak Usut Tuntas Kasus Lahan Tol Medan-Binjai

Sabtu, 19 September 2026 | 02:45

Ketika Polemik Ijazah Berubah jadi Komoditas Politik

Sabtu, 19 September 2026 | 02:17

Tim Hukum UIN Jakarta Datangi Kejati Banten Usut Korupsi Eks Rektor

Sabtu, 19 September 2026 | 01:50

Humanika Harus Bantu Presiden Bawa Keluar RI dari Middle Income Trap

Sabtu, 19 September 2026 | 01:26

Konstruksi Waktu Dugaan TPPU dan Pemerasan Kasus Febrie Tidak Sinkron

Sabtu, 19 September 2026 | 01:02

Selengkapnya