Berita

Wakil Ketua Umum PKB, Jazilul Fawaid/Net

Politik

Relawan Jokowi Desak Mendag Mundur, PKB: Maju Saja Berat, Apalagi Mundur

SELASA, 11 MEI 2021 | 16:34 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Desakan mundur yang dikemukakan Relawan Jokowi Mania (JoMan) terhadap Menteri Perdagangan (Mendag), M Lutfi, karena telah membuat tiga 'dosa' dalam 5 bulan terakhir dianggap sebagai lelucon.

"Anggap lelucon saja. Maju saja berat, apalagi mundur," kata Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Jazilul Fawaid, kepada wartawan, Selasa (11/5).

Jazilul juga menilai sikap Lutfi dalam merespons polemik promosi bipang Ambawang sudah tepat. Hal ini terlihat dengan permohonan maaf Mendag atas kesalahpahaman terkait promosi makanan khas Ambawang, Kalimantan Barat, tersebut.


"Hemat kami, Mendag sudah benar, pasang badan untuk Presiden. Menyampaikan permohonan maaf ke publik itu juga bagian dari sikap tanggung jawab," tegas Jazilul.

Lebih lanjut, Jazilul menilai dosa-dosa Mendag M Lutfi seperti disampaikan JoMan tergolong dosa kecil.

"Sudahlah, catatan dosa kecil tidak perlu dibesar-besarkan. Kita perlu kebersamaan dan saling percaya dalam membangun Indonesia," tambah Wakil Ketua MPR RI itu.

Wajar jika PKB membela Lutfi dari serangan kritik JoMan. Sebab, PKB pernah menyatakan Lutfi sebagai kader mereka dari jalur profesional.

Seperti disampaikan Relawan JoMan, heboh bipang Ambawang menambah dosa Mendag M Lutfi ke Jokowi dalam 5 bulan terakhir. Ketua Umum JoMan, Immanuel Ebenezer, mengatakan 'dosa' Lutfi berawal dari kesalahan narasi benci produk asing, impor beras, hingga bipang Ambawang.

"Kalau dia bersikap ksatria, dia harusnya mundur karena berulang kali offside dan menghebohkan publik," kata Noel, sapaan Immanuel Ebenezer dalam keterangan tertulisnya, Senin (10/5).

Karena itu, untuk menyelamatkan nama baik Presiden Jokowi, tak ada pilihan bagi Mendag selain mundur dari jabatannya.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

Komisi III DPR Sambut KUHP dan KUHAP Baru dengan Sukacita

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:12

Bea Keluar Batu Bara Langkah Korektif Agar Negara Tak Terus Tekor

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:08

Prabowo Dua Kali Absen Pembukaan Bursa, Ini Kata Purbaya

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:07

Polri Susun Format Penyidikan Sesuai KUHP dan KUHAP Baru

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:06

Koalisi Permanen Mustahil Terbentuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:01

Polri-Kejagung Jalankan KUHP dan KUHAP Baru Sejak Pukul 00.01 WIB

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:58

Tutup Akhir Tahun 2025 DPRD Kota Bogor Tetapkan Dua Perda

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:46

Presiden Prabowo Harus Segera Ganti Menteri yang Tak Maksimal

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:42

Bitcoin Bangkit ke Level 88.600 Dolar AS

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Berjualan di Atas Lumpur

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Selengkapnya