Berita

Jaya Suprana/Net

Jaya Suprana

Indahnya Saling Memaafkan

SELASA, 11 MEI 2021 | 09:10 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

GEGARA terpaksa mengkarantina diri lebih dari setahun gegara pagebluk Corona, maka umat manusia termasuk masyarakat Indonesia termasuk saya menjadi hiper sensitive alias sangat mudah merasa tersinggung.

Sensitif makin menjadi-jadi akibat larangan mudik yang berniat baik mencegah varian baru virus Corona dari India setelah dari China masuk ke persada Nusantara.

Masyarakat yang sedang sensi makin sensitif akibat pidato Presiden Jokowi menyambut Hari Bangga Produk Nasional yang mengajak masyarakat Indonesia yang rindu kuliner khas daerah atau yang biasanya mudik membawa oleh-oleh, tidak perlu ragu untuk memesannya secara online.


Yang rindu makan gudeg Jogja, bandeng Semarang, siomay Bandung, empek-empek Palembang, bipang ambawang dari Kalimantan dan lain-lainnya tinggal pesan, dan makanan kesukaan akan diantar sampai ke rumah.

Bipang Ambawang


Terus terang saya tidak tahu kuliner apa yang disebut sebagai bipang ambawang. Maka sebelum bereaksi saya merasa perlu mencari tahu tentangf apa sebenarnya yang disebut sebagai Bipang Ambawang.

Ternyata Bipang Ambawang adalah nama sebuah restauran khusus makanan babi panggang khas Suku Dayak, Kalimantan Barat. Merek Bipang Ambawang didaftarkan sebagai merek pada 26 Agustus 2020.

Nama pendaftar merek tersebut adalah Juniarto. Memasak bipang menggunakan babi muda berusia batibul yaitu 3 hingga 5 bulan. Cara memanggangnya secara tradisional di atas tungku arang.

Bipang ambawang juga disajikan dengan sambal antuha sebagai sambal terasi khas Kalimantan Barat serta kit iu sebagai saos terbuat dari jeruk sambal dan gula pasir.

Ternyata nama restoran Bipang Ambawang menjadi sedemikian tersohor sampai kemudian berubah menjadi nama generik masakan babi panggang khas kuliner tradisional Dayak.

Masyarakat Dayak memang menggemari kuliner dengan daging babi seperti mayoritas masyarakat Indonesia Timur pada lazimnya.

Saling Memaafkan


Sebagai warga Indonesia yang bangga atas kemahakayarayaan keanekaragaman kebudayaan Nusantara maka saya sepenuhnya mendukung pidato Presiden Jokowi menyambut Hari Bangga Produk Indonesia.

Kebetulan saya penggemar sate babi dan babi panggang. Namun di sisi lain saya sepenuhnya dapat memahami serta memahfumi perasaan teman-teman yang beragama Islam sedang menunaikan ibadah puasa merasa kurang nyaman dengan pidato Presiden Jokowi dalam rangka menyambut Hari Bangga Produk Indonesia.

Karena justru pada bulan suci Ramadhan umat Islam mengajak umat manusia secara lahir batin saling maaf-memaafkan maka besar harapan saya bahwa umat Islam berkenan memaafkan apabila dalam pidato Hari Bangga Produk Indonesia, Presiden Jokowi telah melakukan kekeliruan bertutur kata.

Tak lupa saya pribadi juga mohon maaf lahir dan batin apabila dalam menulis naskah ini saya melakukan kekeliruan dalam memilih dan menggunakan susunan kata dalam menguntai kalimat akibat saya memang hanya seorang insan manusia biasa yang jauh dari kesempurnaan maka niscaya kerap melakukan kekeliruan dalam menempuh perjalanan kehidupan ini.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya