Berita

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati/Net

Politik

PPN Mau Dinaikkan Sri Mulyani Hingga 15 Persen, PKS: Pemerintah Jangan Cari Jalan Pintas!

SELASA, 11 MEI 2021 | 06:25 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Kritik terhadap rencana kebijakan Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, mengenai kenaikan tarif pajak pertambahan nilai (PPN) dari 10 persen menjadi 15 persen terus mengemuka.

Kali ini, ada kritik terkait hal itu yang disampaikan politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Byarwati, yang menilai rencana kebijakan tersebut jauh dari rasa keadilan bagi mayoritas masyarakat Indonesia.

"Ingat kan, baru saja Pemerintah menurunkan tarif PPh Badan, obral insentif pajak dan bahkan pembebasan PPnBM yang hanya menyasar kalangan tertentu yang notabene golongan menengah ke atas," ujar Anis Byarwati saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (11/5).

"Tetapi di saat yang sama Pemerintah berencana menaikkan tarif PPN yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari karena menyangkut konsumsi barang dan jasa masyarakat secara keseluruhan," sambungnya.

Anggota Komisi XI DPR RI ini memberikan warning kepada pemerintah akan dampak yang timbul, apabila PPN benar-benar dinaikkan menjadi 15 persen.

"Jangan sampai ini menjadi beban baru bagi konsumen dan dunia usaha secara luas," tegasnya.

Maka dari itu, Anis Byarwati menyarankan Sri Mulyani untuk tidak menaikkan tarif PPN yang sudah pasti akan semakin menyengsarakan masyarakat bawah.

Namun seharusnya, mengeluarkan kebijakan penurunan PPN hingga 5 persen, dibarengi dengan penarikkan pajak dari harta atau warisan orang-orang kaya (wealth tax) di Indonesia.

"Tarik pajak atas kekayaan jenis tertentu atau warisan dengan nilai minimal tertentu. Jangan masyarakat yang sedang susah, ditambah lagi bebannya dengan kenaikan PPN," katanya.

"Pemerintah jangan mencari jalan pintas untuk memenuhi target pajak. Jangan sampai Pemerintah kembali mencederai rasa keadilan," demikian Anis Byarwati menegaskan.

Populer

Rumah Sakit Kebakaran, 11 Bayi Baru Lahir Meninggal Dunia

Kamis, 26 Mei 2022 | 08:39

Pengamat: Jika Golkar-PAN-PPP-PKB Ditambah Nasdem Usung Ganjar, Ini Skenario Jegal Anies

Kamis, 26 Mei 2022 | 16:41

BUMN Telkom Suntik Triliunan Rupiah Ke Perusahaan Kakak Erick Thohir, AEK: Baunya Amis Sekali

Sabtu, 21 Mei 2022 | 03:08

Natalius Pigai: Saya Tidak Melihat Singapura Phobia Islam, Presidennya Muslimah Melayu

Kamis, 19 Mei 2022 | 18:37

Natalius Pigai: Saya Duga Pemerintah Indonesia Dukung Kemerdekaan Luhansk & Donetsk

Jumat, 20 Mei 2022 | 15:49

Soal Pidato Jokowi di Rakernas Projo, Charta Politika: Simbol Kuat Dukungan ke Ganjar

Sabtu, 21 Mei 2022 | 22:48

Kecerdikan Surya Paloh Memilih Pemimpin Membahayakan Kandidat Capres Pas-pasan

Senin, 23 Mei 2022 | 10:08

UPDATE

Sambangi Yang Dipertua Negeri Melaka, Gubernur Riau Bahas Proyek RoRo dan Jembatan Malaka-Dumai

Minggu, 29 Mei 2022 | 12:21

AS Tuding China Batasi dan Manipulasi Kunjungan Michelle Bachelet ke Xinjiang

Minggu, 29 Mei 2022 | 12:12

Replika Formula E Dipajang di Car Free Day HI, Warga Bisa Narsis

Minggu, 29 Mei 2022 | 11:59

Jika Tidak Pintar Pilih Capres, PDIP akan Mudah Ditumbangkan Racikan Anies-AHY

Minggu, 29 Mei 2022 | 11:42

China dan Rusia Kompak Blokir Pernyataan Dewan Keamanan PBB Soal Myanmar

Minggu, 29 Mei 2022 | 11:38

Menyongsong 2024, DPD Demokrat Sumut Gelar Muscab ke-IV

Minggu, 29 Mei 2022 | 11:21

Ngeri, Ekses Dinasti Jokowi Jauh Melampaui Soekarno, Soeharto dan Gus Dur

Minggu, 29 Mei 2022 | 10:57

20 Tahun Dipenjara, Pendiri Tentara Merah Jepang Dibebaskan

Minggu, 29 Mei 2022 | 10:56

Semalam di Melaka Malaysia, Negeri Bersejarah Warisan Dunia

Minggu, 29 Mei 2022 | 10:34

Punya Sejarah Panjang Islam, Spanyol Bisa Jadi Pasar Produk Halal Indonesia

Minggu, 29 Mei 2022 | 10:33

Selengkapnya