Berita

Bupati Nganjuk, Novi Rahman Hidhayat/Net

Politik

Dibantah PKB Dan PDIP, Jadi Bupati Nganjuk Kader Apa?

SENIN, 10 MEI 2021 | 15:00 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Aksi saling bantah dilakukan kubu PDI Perjuangan dan Partai Kebangkitan Bangsa Jawa Timur terkait status keanggotaan Bupati Nganjuk, Novi Rahman Hidhayat.

Kedua belah pihak enggan mengakui kalau Novi Rahman yang diduga termasuk 10 orang yang sudah diamankan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Minggu malam (9/5) itu sebagai kader mereka.

Bantahan pertama dikeluarkan pihak PKB. Sekretaris DPW PKB Jatim, Anik Maslachah membantah Novi Rahman adalah kader partainya. Bahkan, Anik menyebut Novi Rahman merupakan kader PDIP.


Belakangan, giliran PDIP Jatim yang membantah kalau Novi Rahman adalah kader partainya.

Seperti dijelaskan Wakil Ketua DPD PDIP Jatim, Deni Wicaksono, Bupati Nganjuk periode 2018-2023 itu telah diakui sebagai pengurus DPW PKB Jatim usai Musyawarah Wilayah PKB Jatim yang berlangsung pada 9 Januari 2021.

Bahkan, menurut Deni, Rahman diumumkan oleh Sekretaris PKB Jatim Anik Maslachah sebagai Wakil Ketua DPW PKB Jatim Periode 2021-2026.

"Waktu itu kita baca beritanya yang sangat luas di media bahwa Pak Novi masuk kepengurusan PKB Jatim. Oh ya sudahlah, itu pilihan politik beliau, meskipun pada waktu Pilkada Nganjuk 2018, Pak Novi diusung bersama oleh PKB, PDI Perjuangan, dan Hanura," ujar Deni dalam keterangannya, Senin (10/5).

"Tapi kalau memang Pak Novi memilih PKB dan itu sudah diumumkan resmi oleh Sekretaris PKB Jatim Bu Anik Maslachah, ya monggo," sambungnya.

Deni sedikit menyayangkan adanya pernyataan bahwa Novi Rahman adalah kader PDIP saat Bupati Nganjuk tersebut tersandung kasus korupsi.

"PDIP tidak pernah menyatakan Pak Novi sebagai kader pengurus partai. Kan PKB sudah mengumumkan sejak Januari 2021 bahwa Pak Novi adalah Wakil Ketua DPW PKB Jatim. Ketika partai lain sudah memasukkan seseorang itu sebagai pengurus, ya tentu tidak mungkin masuk ke PDIP," papar Deni.

Lebih jauh, Deni meminta publik untuk mengecek di laman Wikipedia tentang profil Novi, di mana jelas disebutkan bahwa Novi adalah pengurus DPW PKB Jatim.

"Sudah beredar luas di berita, diumumkan oleh Sekretaris DPW PKB Jatim sendiri seusai Muswil PKB Januari 2021, dan bahkan sudah ada di Wikipedia. Sekarang giliran Pak Novi sedang ada masalah, kok tidak diakui? Jejak digital tidak bisa bohong," bebernya.

Bupati Nganjuk, Novi Rahman Hidhayat, dikabarkan termasuk pihak yang terkena OTT KPK pada Minggu malam (9/5). OTT ini terkait upaya jual-beli jabatan di lingkup Pemkab Nganjuk.

Pada Pilkada Nganjuk 2018, Novi yang berpasangan dengan Marhaen Djumadi diusung PKB, PDIP, dan Hanura. Novi-Marhaen akhirnya memenangkan kontestasi dengan meraup 303.192 suara atau 54,5 persen.

Novi Rahman juga disebut-sebut menjabat Wakil Ketua DPW PKB Jawa Timur periode 2021-2026.

Sebelum terjun di dunia politik, ia merupakan pengusaha di bidang properti dan keuangan. Dia memiliki tambang nikel, batubara, dan sejumlah bank perkreditan rakyat.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

Komisi III DPR Sambut KUHP dan KUHAP Baru dengan Sukacita

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:12

Bea Keluar Batu Bara Langkah Korektif Agar Negara Tak Terus Tekor

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:08

Prabowo Dua Kali Absen Pembukaan Bursa, Ini Kata Purbaya

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:07

Polri Susun Format Penyidikan Sesuai KUHP dan KUHAP Baru

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:06

Koalisi Permanen Mustahil Terbentuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:01

Polri-Kejagung Jalankan KUHP dan KUHAP Baru Sejak Pukul 00.01 WIB

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:58

Tutup Akhir Tahun 2025 DPRD Kota Bogor Tetapkan Dua Perda

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:46

Presiden Prabowo Harus Segera Ganti Menteri yang Tak Maksimal

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:42

Bitcoin Bangkit ke Level 88.600 Dolar AS

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Berjualan di Atas Lumpur

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Selengkapnya