Berita

Deklarasi Pergerakan Dakwah Kader Indonesia (PKDI)/Ist

Politik

PKDI Deklarasikan Diri Untuk Menjawab Problematika Dakwah Di Indonesia

MINGGU, 09 MEI 2021 | 13:23 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Pergerakan Dakwah Kader Indonesia (PKDI) menggelar deklarasi sebagai sebuah organisasi yang hadir untuk menjawab problematika dakwah di Indonesia.

Salah satu deklarator MHR, Shikkah Songge menjelaskan, nantinya PKDI akan melakukan kaderisasi guna menyiapkan generasi terpelajar dan berkeahlian di berbagai bidang agar sanggup menopang umat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Tokoh dan pemimpin Islam Indonesia tidak berada pada shaff yang sama, bahkan tercabik-cabik sehingga tidak menjadi kekuatan yang diperhitungkan. Keberadaan umat dalam konteks ekonomi politik belum menjadi kekuatan yang dapat diandalkan," kata Shikkah yang juga merupakan instruktur NDP HMI Nasional dalam keterangan pernya, Minggu (9/5).


Hal senada juga disampaikan deklarator lainnya, Harry Naldi. Ia mengatakan bahwa umat kehilangan teladan dan krisis akhlak, faktor dari adanya ketidakseimbangan IQ-EQ-SQ.

"Umat terbelah dalam berbagai firqoh dan merasa bangga dengan kelompoknya masing-masing sehingga mengabaikan kebenaran, kebaikan, dan kebersamaan yang berkembang pada kelompok lain," ungkap Naldi yang pernah menjadi ketua Umum DPP Gerakan Pemuda ESQ 165.

Adapun deklarasi tersebut digelar pada Sabtu kemarin (8/5). Salah seorang deklarator lain, Said Amin menyampaikan, problematika tantangan dakwah semakin hebat dan berat seiring dengan kemajuan teknologi yang seperti pisau bermata dua.

"Untuk itu kami mohon doa dan dukungan para kiai, tuan guru, habaib, orangtua, senior, abang, kakak, dan para sahabat atas Deklarasi PKDI sebagai bagian mata rantai perjuangan umat Islam Indonesia," terang instruktur PII Nasional itu.

Dalam acara deklarasi itu juga dilakukan buka puasa dan serah terima donasi untuk yatim, dhuafa, penghafal Qur’an dengan bekerja sama bareng Muslimlife-Alhabsyi Peduli-Rumah sahabat Yatim Salsabila.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

UPDATE

JK Menjelma Imam Besar Bagi Kelompok di Luar Kekuasaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:17

KPK Benarkan Panggil Pengusaha Rokok Haji Her, Tapi Mangkir dari Pemeriksaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:02

Komisi X DPR Tekankan Kesejahteraan Guru dalam Revisi RUU Sisdiknas

Rabu, 08 April 2026 | 10:00

Iran Sebut Trump Setuju Penuhi 10 Syarat Gencatan Senjata

Rabu, 08 April 2026 | 09:56

IHSG Balik ke Level 7.000-an, Rupiah Menguat Usai Tersungkur ke Rekor Terendah

Rabu, 08 April 2026 | 09:54

Akselerasi Penyehatan, Adhi Karya Lakukan "Bersih-Bersih" Neraca

Rabu, 08 April 2026 | 09:40

Manuver JK Tak Perlu Dikhawatirkan

Rabu, 08 April 2026 | 09:33

Imparsial: Sudah Mendesak Dilakukan Revisi UU Peradilan Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:32

Berkas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilimpahkan ke Oditurat Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:21

KPK Soroti Dugaan Aliran Fasilitas ke Faisal Assegaf

Rabu, 08 April 2026 | 09:04

Selengkapnya