Berita

Aktivis pergerakan dan politik rakyat, Yudi Syamhudi/Net

Publika

Satu Kesatuan, Satu Rakyat, Satu Bangsa Untuk Perubahan Nasional

MINGGU, 09 MEI 2021 | 07:36 WIB

SAAT ini, kita telah berada dalam masa 23 tahun era reformasi. Namun sudah saatnya reformasi ini kita evaluasi kembali. Karena justru sejak dimulai dan berjalannya reformasi, yang terjadi justru semakin menguatnya ketidakadilan di Indonesia.

Evaluasi ini bukan berarti kita akan meniadakan era reformasi sebagai lintasan yang kita lalui, namun justru evaluasi ini menjadi titik tolak untuk menggerakkan kembali proses perubahan atas berbagai kegagalan yang terjadi dalam era reformasi.

Terjadinya korosi akut dalam tatanan rakyat dan negara Indonesia ini semakin terasa menjerumuskan rakyat dan negara ke jurang kehancuran.


Beberapa persoalan mendasar dalam era reformasi yang mengarah pada kehancuran nasional di antaranya potensi tingginya konflik sosial horizontal, gagalnya pertumbuhan dan pemerataan ekonomi diwujudkan, terancamnya pertahanan dan keamanan nasional dalam perang hibrida yang terjadi di kawasan asia pasifik dan wilayah global lainnya.

Belum lagi bertambahnya angka kemiskinan baik secara absolut dan relatif dalam tataran struktural maupun kultural. Dalam persoalan politik, demokrasi dan kemanusiaan, era reformasi semakin mendegradasi kebebasan berpendapat, praktek ketidakadilan hukum dan ancaman represi kekuasaan terhadap rakyat yang ikut berpartisipasi memperjuangkan kebenaran dan keadilan di masyarakat dan negara.

Dengan kondisi yang rapuh ini, kondisi rakyat dan negara semakin terancam ketika berkembangnya virus global covid 19 dan ancaman-ancaman mendatang seperti perubahan iklim dan perang global. Covid 19 telah membuat kerugian negara hingga Rp 1350 triliun dan defisit APBN yang begitu tinggi hingga di atas 50 persen.

Keadaan negara juga semakin berat ketika bertambahnya utang negara yang sangat besar. Sementara dalam laporan keuangan global tahun 2021 yang menyebut utang global mencapai 281 triliun dolar AS berpotensi mengakibatkan negara-negara berkembang terancam gagal bayar.

Kehancuran-kehancuran ini juga didasari oleh mengakarnya korupsi dan perampokan uang dan aset-aset milik negara dan rakyat yang dilakukan oleh segelintir penguasa ekonomi dan oknum-oknum politisi partai-partai politik.

Sejak dimulainya era reformasi hingga sekarang, negara telah dibajak oleh kepentingan segelintir orang yang diperkuat oleh lahirnya undang-undang yang tidak pro rakyat.

Situasi nasional Indonesia yang telah berada dalam pusaran arus krisis multi dimensional ini memerlukan perubahan fundamental yang digerakkan oleh kekuatan rakyat untuk mencapai sebuah konsensus baru antara rakyat dan negara dalam kontrak sosial baru.

Untuk mewujudkan kontrak sosial baru di Indonesia diperlukan sebuah gerakan rakyat yang membawa arus besar kesadaran rakyat.

Satu kesatuan, satu rakyat, satu bangsa untuk perubahan nasional.

Yudi Syamhudi Suyuti

Aktivis Pergerakan dan Politik Rakyat

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Safari Politik Jokowi Tak Pengaruhi Elektabilitas PDIP

Sabtu, 27 Juni 2026 | 00:14

Seruan Reformasi Jilid II Bukan Aspirasi Mahasiswa

Sabtu, 27 Juni 2026 | 00:00

Safari Politik Jokowi cuma Demi Gibran dan Kaesang

Jumat, 26 Juni 2026 | 23:41

Empat Nyawa Sudah Cukup, Setop Latsarmil SPPI

Jumat, 26 Juni 2026 | 23:23

Sarasehan KPPG: Keterwakilan Perempuan 30 Persen Bukan Sekadar Kuota

Jumat, 26 Juni 2026 | 23:06

Edi Hasibuan: Masyarakat Mulai Merasakan Perubahan Polri

Jumat, 26 Juni 2026 | 23:03

Universitas Bakrie Tiga Besar dalam THE Sustainability Impact Ratings 2026

Jumat, 26 Juni 2026 | 22:42

Pakai Dump Truk, Polisi Kawal Massa Pendukung MBG di Tuban

Jumat, 26 Juni 2026 | 22:24

Jubir FAM UBK: Ada Aktor Intelektual Sengaja Rusak Citra Kampus dan Wapres

Jumat, 26 Juni 2026 | 22:22

DPR Usul Kemenukbangga Jadi Penyalur BLT

Jumat, 26 Juni 2026 | 22:03

Selengkapnya