Berita

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan/Ist

Publika

Anies Berpeluang Jadi Tokoh Fenomenal Di 2024

MINGGU, 09 MEI 2021 | 00:23 WIB

SELAMAT Ulang Tahun Gubernur Anies Baswedan. Saya sengaja mengawalinya dengan ucapan "Selamat Ulang Tahun" karena hari Jumat, 7 Mei 2021, Gubernur DKI Jakarta genap berusia 52 tahun.

"Tumpeng Joglo" yang dipersembahkan para pegawai di Balai Kota DKI seolah menyuguhkan "image dan emosi baru" dalam perpolitikan Jawa dan Indonesia.

Di ruang politik, Anies punya dua hal penting. Pertama, kemampuan. Kedua, kesempatan. Menjadi Gubernur DKI itu sebuah kesempatan.


Kesempatan untuk membuktikan ke publik tentang kapasitas dan kemampuan diri sebagai seorang pemimpin di ibukota. Di posisi ini, perjalanan politik Anies akan ditentukan masa depannya.

Menjadi orang nomor satu di DKI itu magnet media. Publik melihat layaknya panggung nasional. Di sini, Anies punya kesempatan untuk mengkomunikasikan gagasan dan karyanya. Jika berhasil, rakyat akan mengapresiasinya.

Ini sekaligus akan melapangkan jalan bagi Anies untuk mendapat peran dan tanggung jawab yang lebih besar di negeri ini

Melihat popularitas dan tren elektabilitas dari sejumlah lembaga survei, respons publik terhadap Anies terlihat cukup tinggi.
Terbukti, Anies hampir selalu berada di posisi teratas dalam sejumlah survei kepala daerah terkait Pilpres 2024. Ini seolah mengkonfirmasi kesuksesan Anies memimpin Jakarta.

Begitulah fakta yang terbaca di mata publik saat ini. Berbagai penghargaan atas prestasi Anies linier dengan respons akseptabilitas dan elektabilitasnya.

Suksesnya Presiden Jokowi menjadi capres di 2014 juga satu hal yang menguntungkan bagi Anies. Sebab, sebelum jadi capres, presiden Jokowi adalah Gubernur DKI. Sama dengan Anies untuk saat ini.

Pencapresan Jokowi di 2014 berhasil membentuk dan mewariskan image bahwa posisi Gubernur DKI berpotensi untuk menjadi tangga menuju ke Istana Negara.

Kapasitas dan sejumlah keberhasilan Anies memimpin DKI telah menempatkan cucu pahlawan Indonesia Abdurrahman Baswedan ini sebagai kepala daerah yang paling potensial menjadi calon presiden di 2024.

Saat ini, boleh dibilang Anies adalah tokoh paling fenomenal. Hal ini mengingatkan kita kepada Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di tahun 2004.

Publik melihat Anies banyak disudutkan oleh pihak-pihak tertentu. Mirip presiden ke-6 ini, Anies banyak diam dan tidak merespons. Kecuali hanya menjawab: "Saya tidak akan menanggapinya dengan kata-kata, tapi membuktikannya dengan karya". Narasi ini tampak berkelas dan cukup populer.

Anies juga mirip Presiden Jokowi di 2014. Seorang gubernur yang fenomenal saat itu. Kemunculannya menjadi antitesa dan mampu mendobrak "elitisme politik" yang bertahan saat itu.

Prabowo Subianto yang merepresentasikan tokoh dari kalangan elite di 2014 harus mengaku kalah dan menyerah terhadap mantan Walikota Solo itu.

Anies dianggap tokoh yang bersahaja, dikenal mampu berkomunikasi dan berkolaborasi dengan semua pihak di tengah situasi politik saat ini yang cenderung tinggi eskalasinya. Rakyat merindukan sosok yang dianggap mampu merekatkan kembali keutuhan bangsa. Dan itu diyakini ada di diri dan karakter Anies.

Selain kemampuannya berbicara di tengah bangsa sendiri dengan segala dinamika dan persoalan politik yang dihadapi, Anies telah beberapa kali menunjukkan kelasnya ketika berbicara di berbagai forum internasional. Posisinya di sejumlah organisasi internasional layak menjadi kebanggaan bangsa ini.

"Selamat Ulang Tahun Gubernur DKI Jakarta", semoga setiap gagasan, rencana, langkah, keputusan dan karyamu bisa menjadi persembahan yang terus mampu menginspirasi dan menjadi spirit bangsa ini dalam menjaga, memakmurkan, dan memajukan negeri besar bernama Indonesia ini.

Tony Rosyid

Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

Kebijakan Energi Harus Seimbang dengan Perlindungan Daya Beli Masyarakat

Minggu, 26 April 2026 | 08:05

Lewat Seminar di Wonosobo, Jateng Nyatakan Perang Terhadap Hoaks

Minggu, 26 April 2026 | 07:36

Jemaah Haji Diminta Selalu Bawa Kartu Nusuk dan Dokumen Resmi

Minggu, 26 April 2026 | 07:32

Menkop Optimistis Kopdes Perkuat Ekonomi Masyarakat

Minggu, 26 April 2026 | 07:03

Narkoba Melahirkan Rezim TPPU

Minggu, 26 April 2026 | 06:42

KH Imam Jazuli: Kiai Transformatif Cum Saudagar Gagasan

Minggu, 26 April 2026 | 06:23

Pertemuan Prabowo-Kapolri Mengandung Makna Kebangsaan Mendalam

Minggu, 26 April 2026 | 06:03

Satu Keluarga dengan Lima Nyawa Melayang di Barito Utara

Minggu, 26 April 2026 | 05:48

Tanpa Kubu Tetap

Minggu, 26 April 2026 | 05:13

Pertemuan Menhan dengan Para Jenderal Bukan Sekadar Temu Kangen

Minggu, 26 April 2026 | 05:09

Selengkapnya