Berita

Rizal Ramli (kanan, Gatot Nurmantyo (kiri) dan LaNyalla Mattalitti (tengah) dalam pertemuan di Sekolah Insan Cendekia Madani, Serpong, Tangerang Selatan, Jumat (7/5)/Ist

Politik

Bertemunya Gatot Dan Rizal Ramli Bikin Istana Gemetar?

SABTU, 08 MEI 2021 | 20:26 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Bertemunya dua tokoh oposisi yakni Rizal Ramli dan Gatot Nurmantyo dianggap banyak kalangan aktivis sebagai suatu keniscayaan. Namun, di penghujung bulan ramadhan, kedua tokoh tersebut bisa bertemu langsung, bahkan melaksanakan shalat bersama di masjid yang sama.

Wartawan senior Edy Mulyadi mengulas soal pertemuan di Sekolah Insan Cendekia Madani, Serpong, Tangerang Selatan pada Jumat malam (7/5).

"Bertemunya antara Gatot dengan Rizal Ramli ini merupakan sesuatu yang unik," kata Edy dalam chanel Youtubenya yang dilihat redaksi, Sabtu (8/5).

Edy mengatakan, Mantan Panglima TNI itu melalui forum yang dihadirinya selalu mengingatkan proxy war dan bahayanya China terhadap kedaulatan negara dianggap banyak terbukti saat ini. Gatot dianggap sebagai satu tokoh simbol perlawanan melalui forum KAMI yang akhirnya dibredel dan diamputasi pelan-pelan oleh penguasa.

Sementara kata Edy, jika digabungkan dengan Rizal Ramli yang keras melancarkan kritik soal perekonomian dan membangun gagasan tentang ekonomi kerakyatan maka gabungan kedua tokoh ini memang bisa dikatakan cukup mengkhwatirkan.

Menurut Edy, Rizal Ramli ini salah satu tokoh yang masih jernih, ketika dia di dalam (kabinet) banyak berbuat dengan kebijakannya. Dan terkenal dengan "Rajawali Ngepret" yang paling fenomenal ketika dia menghentikan reklamasi Pantai Utara Jakarta yang saat itu didukung penuh oleh Gubernur DKI Jakarta saat itu Basuki Tjahja Purnama dan dibackup oleh Istana Joko Widodo dan membuat Rizal terlempar dari kabinet.

"Bertemunya dua tokoh yang dikenal memang cukup kritis tersebut, menurut saya Istana cukup gemetar juga ya," cetus Edy.

Pertemuan di Serpong, Tangerang Selatan ini selain dihadiri oleh Gatot Nurmantyo dan Rizal Ramli juga dihadiri oleh Ketua DPD RI La Nyalla Mattalitti juga beberapa kekuatan oposisi, seperti Adhie M. Massardi, Ahmad Yani, MS. Kaban, Bachtiar Chamsyah, M. Said Didu, dan Natalius Pigai.


Populer

Dua Menteri Pelesiran Di Tengah Pandemi, Relawan Jokowi: Segera Mengundurkan Diri, Dan Layak Untuk Dicopot

Rabu, 14 Juli 2021 | 13:43

Senior AHY Minta Dewi Tanjung Tidak Bangunkan Macan Tidar

Sabtu, 17 Juli 2021 | 18:25

Minta Jokowi Tidak Perpanjang PPKM Darurat, Dewi Tanjung: Saya Punya Feeling, Ada Misi Jahat Untuk Jatuhkan Bapak

Sabtu, 17 Juli 2021 | 21:08

Bibit Perpecahan Di Internal Kabinet Mulai Terlihat Nyata

Minggu, 18 Juli 2021 | 11:46

Kalau PPKM Darurat Diperpanjang, Sekjen GPI: Lebih Baik Presiden Mundur!

Minggu, 18 Juli 2021 | 02:59

Dapat Lampu Hijau, Jepang Jadi Negara Pertama Yang Setujui Ronapreve Untuk Pengobatan Covid-19

Selasa, 20 Juli 2021 | 21:48

Sindiran Susi Ke Luhut Sukses Menyatukan Warganet: Mampus Lord Dimarahin!

Jumat, 16 Juli 2021 | 02:58

UPDATE

Analisis Joman, Aksi "Jokowi End Game" Diprakarsai Oleh Tiga Kelompok Ini

Sabtu, 24 Juli 2021 | 02:59

Ekonom: Covid-19 Belum Beres Dan Ekonomi Terseok-seok Karena Pemerintah Lebih Mendengarkan Pengusaha

Sabtu, 24 Juli 2021 | 02:38

Rakyat Perlu Waspada, Pemerintah Berpotensi Ubah Batas Rasio Utang Dengan Dalih UU Corona

Sabtu, 24 Juli 2021 | 02:18

Catatan PKS Untuk Pemerintah Di Hari Anak Nasional Agar Tidak Lost Generation

Sabtu, 24 Juli 2021 | 01:44

Rest In Peace Pak Jimmy

Sabtu, 24 Juli 2021 | 01:21

Tingkat Keterisian Pasien Rumah Sakit Di Kabupaten Tangerang Mulai Menurun

Sabtu, 24 Juli 2021 | 01:16

HIPMI Jateng Minta Pemerintah Berdamai Dengan Covid-19

Sabtu, 24 Juli 2021 | 00:49

Ibarat Sepak Bola, Adhie Massardi: Kapolri Diving, Tidak Ada VAR, Gus Dur Diganjar Penalti, Megawati Menang

Sabtu, 24 Juli 2021 | 00:37

Perintahkan Anak Buah Turun Lapangan Tangani Covid-19, Ridwan Kamil: Mending Dikerjakan Walaupun Diomongin

Sabtu, 24 Juli 2021 | 00:13

Tata Kelola Pemerintah Buruk, Prof Didin S. Damanhuri: Perlu Kelembagaan Permanen Tangani Covid-19

Jumat, 23 Juli 2021 | 23:41

Selengkapnya