Berita

Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Abraham Samad/Net

Politik

Abraham Samad Sedih 75 Pegawai KPK Terancam Dipecat Karena Tidak Lolos TWK

SABTU, 08 MEI 2021 | 15:34 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Informasi adanya 75 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang tidak lolos dalam tes wawasan kebangsaan (TWK) untuk alih status menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN), menuai reaksi beragam dari berbagai kalangan masyarakat.

Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Abraham Samad merasa prihatin dengan kondisi tersebut.

"Ini sangat menyedihkan," ujar Abraham Samad saat menjadi narasumber dalam diskusi daring Pelemik bertajuk "Dramaturgi KPK" pada Sabtu (8/5).

Abraham Samad mengaku kenal persis dengan integritas pegawai KPK tersebut. Menurutnya, para pegawai KPK itu bukan tipikal yang kompromis dalam hal pemberantasan korupsi.

"Karena saya tahu persis 75 orang ini adalah orang yang tanpa kompromi melakukan pemberantasan korupsi, orang tanpa pandang bulu, orang-orang ini yang masih kita harapkan menjaga marwah KPK," tuturnya.

Atas dasar itu, Abraham Samad menduga 75 pegawai KPK yang tidak lolos TWK dan terancam dipecat ini adalah upaya bagian dari menyingkirkan insan-insan KPK yang masih memiliki integritas.

"Apakah ini memang ditujukan memang untuk menyingkirkan orang-orang ini dengan tujuan menyingkirkan orang-orang ini?" tuturnya.

"Saya tidak bisa membayangkan kalau misalnya 75 orang ini benar-benar harus meninggalkan KPK. Karena pada akhirnya 75 orang ini meninggalkan KPK, maka KPK tidak akan seperti dulu lagi. KPK kehilangan marwah pemberantasan korupsinya," demikian Abraham Samad menambahkan.

Populer

Tak Disambut Pejabat AS, Natalius Pigai: Jokowi Datang Seperti Menteri yang Berwisata

Kamis, 12 Mei 2022 | 00:36

Serangan ke Anies Makin Gencar, Senator Jakarta: Tenggelamkan dengan Kabar Prestasi

Kamis, 12 Mei 2022 | 17:00

Natalius Pigai: Saya Tidak Melihat Singapura Phobia Islam, Presidennya Muslimah Melayu

Kamis, 19 Mei 2022 | 18:37

Natalius Pigai: Saya Duga Pemerintah Indonesia Dukung Kemerdekaan Luhansk & Donetsk

Jumat, 20 Mei 2022 | 15:49

Usai Makan Malam Bersama, AHY Pastikan Demokrat Tetap Dukung Edy Rahmayadi

Senin, 16 Mei 2022 | 09:38

Puji Pakaian Muslimah Iriana, Imam Shamsi Ali: Kira-kira yang Sering Nyinyiri Kerudung Ngomong Apa ya?

Senin, 16 Mei 2022 | 09:28

BUMN Telkom Suntik Triliunan Rupiah Ke Perusahaan Kakak Erick Thohir, AEK: Baunya Amis Sekali

Sabtu, 21 Mei 2022 | 03:08

UPDATE

Pembeli Tiket Formula E Mayoritas WNA, Gerindra: Tidak Perlu Dipersoalkan

Minggu, 22 Mei 2022 | 10:17

Bantu Sri Lanka, India Kirim 40 Ribu Metrik Ton Solar

Minggu, 22 Mei 2022 | 09:55

Menterinya "Diemong", Ganjar Pranowo "Dielus", Jokowi Main Banyak Kaki?

Minggu, 22 Mei 2022 | 09:52

Golkar dan PAN Jawa Timur Bertemu Bahas Kelahiran Pemimpin Terbaik

Minggu, 22 Mei 2022 | 09:39

Sambut Kunjungan Ketua ICMI, Dubes Najib Gali Berbagai Peluang Kerjasama

Minggu, 22 Mei 2022 | 09:23

Jangan Anggap Enteng Surya Paloh

Minggu, 22 Mei 2022 | 08:55

Babak Belur Kena Lockdown China, Apple Mulai Beralih ke India dan Vietnam

Minggu, 22 Mei 2022 | 08:54

Pesan di Balik “Ojo Kesusu”, Jokowi Tidak Ingin Terjebak di Antara Relawan dan Partai

Minggu, 22 Mei 2022 | 08:27

Korea Utara Mulai Catat Tren Penurunan Kasus Demam

Minggu, 22 Mei 2022 | 08:24

Tegaskan Kedaulatan, Filipina Pasang Buoy Navigasi dan Pos Komando di Laut China Selatan

Minggu, 22 Mei 2022 | 08:01

Selengkapnya