Berita

Peneliti dari Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Lucius Karus/Net

Politik

Usul Pembubaran Komisi VII DPR Dinilai Tidak Bijak Dan Berlebihan

JUMAT, 07 MEI 2021 | 16:05 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Permintaan anggota Komisi VII DPR RI Dyah Roro Esti agar pimpinan DPR RI membubarkan Komisi VII lantaran dinilai tidak efektif dalam menjalani fungsi pengawasan dan anggaran di parlemen dinilai berlebihan.

Permintaan ini sendiri didasarkan pada kenyataan bahwa Komisi VII hanya memiliki satu mitra kementerian saja, yakni Kementerian ESDM. Sebelumnya, Komisi VII juga bermitra dengan Kemenristek, namun kini kementerian itu melebur dalam Kemendikbud.

Bagi peneliti dari Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Lucius Karus, usulan pembubaran komisi tersebut berlebihan.


“Usulan pembubaran Komisi VII hanya karena bermitra dengan satu kementerian setelah Kemenristek dibubarkan, berlebihan sih,” kata Lucius kepada wartawan, Jumat (7/5).

Menurutnya, selain ESDM masih ada 14 lembaga yang menjadi mitra dari Komisi VII. Sehingga usulan dibubarkan Komisi VII tersebut dinilainya cukup berlebihan.

“Dengan mitra yang masih cukup banyak itu, mestinya Komisi VII punya cukup banyak pekerjaan terkait dengan mitra kerja yang ada,” katanya.

Lucius menambahkan, dari sisi beban kerja, pembagian mitra kerja komisi di parlemen dinilainya saling tumpang tindih.

“Ada komisi yang bermitra hingga 5 kementerian, ada pula yang hanya 1 kementerian,” katanya.

“Jadi usulan yang paling bijak mestinya melakukan penataan kembali mitra kerja, bukan pembubaran. Pembubaran Komisi itu lebih terlihat sebagai langkah stres karena menganggap jumlah mitra kementerian sangat menentukan kinerja,” tutuo Lucius.

Populer

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Eggi Sudjana Kerjain Balik Jokowi

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

UPDATE

Corak Kita di Mata Marx

Kamis, 29 Januari 2026 | 06:01

Hoaks Tersangka Putriana Dakka Dilaporkan ke Divisi Propam Mabes

Kamis, 29 Januari 2026 | 05:55

Pelukan Perkara Es Jadul

Kamis, 29 Januari 2026 | 05:29

Eggi Sudjana: Roy Suryo Belagu, Sok Merasa Hebat

Kamis, 29 Januari 2026 | 05:12

Sekda Jateng Turun Tangan Cari Pendaki Hilang di Bukit Mongkrang

Kamis, 29 Januari 2026 | 05:00

Polisi Pastikan Seluruh Karyawan Pabrik Swallow Medan Selamat

Kamis, 29 Januari 2026 | 04:31

Mengenal Luluk Hariadi, Tersangka Korupsi Pengadaan Baju Ansor Rp1,2 Miliar

Kamis, 29 Januari 2026 | 04:17

Tanggung, Eggi-Damai Lubis Harusnya Gabung Jokowi Sekalian

Kamis, 29 Januari 2026 | 04:11

Eggi Sudjana: Tak Benar Saya Terima Rp100 Miliar

Kamis, 29 Januari 2026 | 03:40

Hukum Berat Oknum Polisi-TNI yang Tuduh Penjual Es Gabus Jual Produk Berbahan Spons

Kamis, 29 Januari 2026 | 03:08

Selengkapnya