Berita

Deklarator Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Said Didu/Net

Politik

TKA China Masuk Di Tengah Larangan Mudik, Said Didu: Hanya Yang Sangat Berkuasa Yang Bisa Perintah

JUMAT, 07 MEI 2021 | 14:25 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Masuknya warga negara (WN) China ke tanah air di saat pelarangan mudik lebaran sedang diterapkan terus menjadi pergunjingan di masyarakat.

Deklarator Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Said Didu mengingatkan bahwa kasus ini tidak boleh dianggap sepele. Apalagi, berdasarkan catatannya, Palestina sebagai sebuah negara mengalami kehancuran setelah terjadi gelombang kedatangan tenaga kerja asing.   

“Negara Palestina saat ini ‘hilang’ berawal dari masuknya tenaga kerja asing secara masif. Saya ulangi ‘masuknya TKA secara masif’,” tegas Said Didu lewat akun Twitter pribadinya, Jumat (7/5).

Tidak hanya itu, Said Didu juga mengingatkan pemerintah bahwa peristiwa masuknya WN China, yang berulang bahkan tetap terjadi di saat rakyat dilarang untuk mudik ke kampung halaman, akan membuat rakyat paham bahwa ada kuasa besar di balik hal tersebut.

Pasalnya, hanya mereka yang sangat kuat yang bisa mengkoordinasikan sejumlah kementerian dan lembaga untuk kompak meloloskan TKA China ke dalam negeri.

“Jika Kemenlu (Kedubes), Kemenkumham (Imigrasi), Kemenhub (izin penerbangan), Polisi (pengamanan) kompak ‘membantu’ masuknya TKA China di tengah melarang rakyat mudik, maka publik paham bahwa hanya yang sangat berkuasa yang bisa memerintah banyak instansi secara bersamaan,” tutupnya.

Populer

Senior AHY Minta Dewi Tanjung Tidak Bangunkan Macan Tidar

Sabtu, 17 Juli 2021 | 18:25

Minta Jokowi Tidak Perpanjang PPKM Darurat, Dewi Tanjung: Saya Punya Feeling, Ada Misi Jahat Untuk Jatuhkan Bapak

Sabtu, 17 Juli 2021 | 21:08

Bibit Perpecahan Di Internal Kabinet Mulai Terlihat Nyata

Minggu, 18 Juli 2021 | 11:46

Kalau PPKM Darurat Diperpanjang, Sekjen GPI: Lebih Baik Presiden Mundur!

Minggu, 18 Juli 2021 | 02:59

Dapat Lampu Hijau, Jepang Jadi Negara Pertama Yang Setujui Ronapreve Untuk Pengobatan Covid-19

Selasa, 20 Juli 2021 | 21:48

Setelah Mengaku Diperas Bank Syariah, Jusuf Hamka Kini Dikabarkan Menyesal

Sabtu, 24 Juli 2021 | 14:43

Analisis Joman, Aksi "Jokowi End Game" Diprakarsai Oleh Tiga Kelompok Ini

Sabtu, 24 Juli 2021 | 02:59

UPDATE

PDI Perjuangan: Perjuangan Menuntut Kebenaran Hukum Kudatuli Belum Selesai

Rabu, 28 Juli 2021 | 01:35

KPK Periksa 5 Saksi Dari Swasta Untuk Dalami Duit Yang Diterima Stepanus Robinson Pattuju

Rabu, 28 Juli 2021 | 01:10

Makan Dibatasi 20 Menit, Natalius Pigai: Izinkan Saya Menertawai Jokowi

Rabu, 28 Juli 2021 | 00:56

KSAU Minta Maaf Dan Berjanji Tindak Tegas Anggota Yang Injak Kepala Warga

Rabu, 28 Juli 2021 | 00:35

30 Tahun Alumni Akpol 91 Mengabdi, Kapolda NTB Bagikan Ribuan Paket Sembako

Rabu, 28 Juli 2021 | 00:09

Nominalnya Besar, Uang Rp 2 Trilun Bantuan Akidi Tio Belum Sampai Ke Tim Penanganan Covid Sumsel

Selasa, 27 Juli 2021 | 23:47

Gelar Perkara Kasus Dugaan Pengancaman Digelar Polisi Tanpa Kehadiran Jerinx

Selasa, 27 Juli 2021 | 23:39

Inilah Nama-nama Pemenang Kompetisi Video TikTok 2021 Kemnaker

Selasa, 27 Juli 2021 | 23:21

Cara Pengelola Pasar Induk Tanah Tinggi Dukung PPKM Level 4

Selasa, 27 Juli 2021 | 23:10

Anies Baswedan Memuji Bantuan Nasdem Dalam Program Vaksinasi

Selasa, 27 Juli 2021 | 22:55

Selengkapnya