Menlu AS Antony Blinken/Net
Menlu AS Antony Blinken/Net
"Kami mendorong China, sebagai kekuatan utama dan ekonomi dengan kemampuan teknologi canggih, untuk berpartisipasi secara konstruktif dalam sistem internasional berbasis aturan," kata pernyataan itu, yang secara khusus menjelaskan perlakuan Beijing terhadap Muslim Uighur, seperti dikutip dari Japan Times, Jumat (7/5).
“Kami terus sangat prihatin tentang kekerasan dan pelanggaran hak asasi manusia di Xinjiang dan di Tibet. Terutama penargetan Uighur, anggota kelompok etnis dan agama minoritas lainnya, dan keberadaan jaringan kamp 'pendidikan ulang politik' berskala besar, ​​dan laporan sistem kerja paksa dan sterilisasi paksa," kata para menteri setelah dua hari pembicaraan di London.
Populer
Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50
Minggu, 26 April 2026 | 11:05
Senin, 27 April 2026 | 03:59
Senin, 27 April 2026 | 14:16
Senin, 27 April 2026 | 21:08
Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51
Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06
UPDATE
Rabu, 06 Mei 2026 | 08:14
Rabu, 06 Mei 2026 | 07:52
Rabu, 06 Mei 2026 | 07:23
Rabu, 06 Mei 2026 | 07:05
Rabu, 06 Mei 2026 | 06:45
Rabu, 06 Mei 2026 | 06:32
Rabu, 06 Mei 2026 | 06:09
Rabu, 06 Mei 2026 | 05:38
Rabu, 06 Mei 2026 | 05:19
Rabu, 06 Mei 2026 | 05:08