Berita

Penandatanganan kerjasama bank bjb dengan Octopus./Repro

Bisnis

bjb Digicash Kini Hadir Di Octopus, Aplikasi Pengelolaan Sampah Daur Ulang

JUMAT, 07 MEI 2021 | 12:08 WIB | LAPORAN: YELAS KAPARINO

PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (bank bjb) menjalin kerjasama dengan  Octopus Indonesia, aplikasi yang memungkinkan penggunanya untuk mengumpulkan dan menyetorkan kemasan bekas pakai untuk didaur ulang.

Dengan kerjasama  ini bank bjb hadir untuk memberikan opsi sebagai media transaksi pembayaran dari pihak pelestari yang mengangkut sampah ke pihak customer (warga) dengan menggunakan produk Digicash.

“Kerjasama ini selaras dengan go spirit bank bjb pada poin respect, yakni peduli lingkungan,” ujar pemimpin Divisi Corporate Secretary bank bjb, Widi Hartoto, dalam keterangannya, Jumat (7/5).


Dalam setahun terakhir, Octopus telah menjadi perhatian warga atas terobosannya dalam memberdayagunakan sampah secara sistematis, sehingga tak hanya ramah lingkungan tetapi juga punya nilai  ekonomi.

Octopus menyasar anak muda sebagai target utama dan mengajak mereka peduli lingkungan, dengan menyetorkan sampah, kemasan bekas pakai  untuk didaur ulang. Octopus memiliki tiga mobile apps, yaitu untuk pengguna (consumers), pelestari (waste collectors), dan pebisnis produksi sampah (checkpoints).

Sampah yang dikumpulkan akan dikonversikan menjadi poin yang bisa ditukar menjadi uang tunai melalui proses tarik tunai di aplikasi Octopus. Tak cuma menjadi poin, sampah juga bisa ditukar dengan voucher yang dapat digunakan sebagai diskon di coffee shop yang bekerja sama dengan Octopus.

Dalam 6 bulan terakhir, Octopus berhasil mengumpulkan 9,9 juta ton sampah dari pengguna untuk di daur ulang. Bahkan, salah satu pelestari Octopus mampu meraih penghasilan Rp10,4 juta rupiah dalam satu bulan pada Oktober 2020.

Widi menambahkan, bank bjb terus menggali pengembangan kerjasama ini.  Tidak menutup kemungkinan juga dikembangkan untuk transaksi pembayaran dari pihak bank sampah sebagai pihak akhir penerima sampah warga ke pihak pelestari di aplikasi pelestari serta integrasi fitur pembayaran pajak dan pembelian pulsa yang ada di dalam Digicash ke dalam aplikasi Octopus ini.

Dengan kerja sama ini, saling menguntungkan.  bank bjb mengharap penambahan fee based income melalui integrasi dengan aplikasi Octopus. Sementara di pihak Octopus dapat mempermudah pengguna dalam memanfaatkan pengumpulan sampah rumah tangga dan bisa memanfaatkan fitur-fitur Digicash seperti pembayaran pajak dan pembelian pulsa hanya dengan menggunakan satu aplikasi saja.

Widi menambahkan, pihak akan proaktif mengembangkan sistem transaksi pembayaran dari pihak pelestari hingga ke warga.

"Tentunya bank bjb akan terus meningkatkan sinergi dan kolaborasi dengan Octopus ataupun pihak lain yang peduli lingkungan terutama yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat itu sendiri dan menciptakan ruang pertumbuhan usaha baru," tandas Widi.

Sekedar informasi, Octopus meluncurkan pilot project pertama di Makassar pada 2020.  Kini aplikasi ini telah berkembang di banyak kota seperti  Badung, Gianyar, Denpasar, dan Bandung.

Saat ini Octopus Indonesia telah memiliki lebih dari 75.000 lebih pengguna aplikasi, 9000 lebih mitra pengepul dan 2065 bank sampah tempat Pelestari menyetorkan sampah untuk diangkut.

Di Bandung,  pengumpulan sampah plastik lewat Octopus dimanfaatkan untuk daur ulang sampah oleh PT Namasindo Plas Padalarang, Kabupaten Bandung Barat.  Pusat daur ulang sampah plastik tersebut menerima sekitar 60 ton sampah plastik dari Bali setiap pekannya. Padahal, sampah plastik di Jawa Barat pun tidak sedikit. Menurut catatan Dinas Lingkungan Hidup Jabar, jumlah sampah plastik yang dapat didaur ulang mencapai 6.400 ton di seluruh Jawa Barat.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Denny Indrayana Optimistis MK Diskualifikasi Gibran

Senin, 05 Oktober 2026 | 10:05

Harga Minyak Dunia Membara, Rupiah Kembali Dekati Rp18.000 per Dolar AS

Senin, 05 Oktober 2026 | 10:03

Prabowo Pimpin Upacara HUT ke-81 TNI di Cilangkap

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:55

Nonton Film ‘Istimewa’ Bareng Penyandang Disabilitas, Legislator PKS Dorong Kesetaraan

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:49

Masuknya RG Jadi Wantimpres Pelajaran untuk Tak Terlalu Anti Kekuasaan

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:43

Ribuan Prajurit Dikerahkan Dalam HUT ke-81 TNI di Cilangkap

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:34

SBY dan Jokowi Kompak Hadir di Upacara HUT Ke-81 TNI

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:33

IHSG Positif di Awal Perdagangan

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:32

Profil Komandan Upacara HUT Ke-81 TNI Letjen TNI Lucky Avianto

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:18

KPK Telusuri Dugaan Setoran dari Wajib Pajak Sektor Pertambangan di Banjarmasin

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:17

Selengkapnya