Berita

Pengamat pertahanan dari UIN Syarif Hidayatullah, Robi Sugara/Repro

Politik

Pengamat Pertahanan: Usia Tua Tak Melulu Jadi Penyebab Kecelakaan

KAMIS, 06 MEI 2021 | 17:12 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Usia kapal yang sudah menyentuh 40 tahun tidak serta merta menjadi sebab di balik tenggelamnya kapal selam KRI Nanggala-402 di perairan utara Bali beberapa waktu lalu.

Begitu dikatakan pengamat pertahanan dari UIN Syarif Hidayatullah, Robi Sugara, saat menjadi narasumber dalam serial diskusi daring "Tanya Jawab Cak Ulung: Tragedi Nanggala, Lalu Apa?", Kamis (6/5).

"Tidak melulu kapal bekas dan kapal tua menjadi penyebab kecelakaan," ujar Robi.


Robi menjelaskan, jika memang kondisi kapal tidak prima karena usia dan dipaksakan ikut dalam latihan, kecelakaan tetap bisa diantisipasi oleh TNI AL yang mengawasi di permukaan saat laut sedang tenang.

"Jadi, jika Mabes TNI memaksakan (KRI Nanggala-402 ikut latihan), ini tetap sama, saya kira dalam kondisi laut yang tenang masih bisa ditangani secara baik," katanya.

Beda halnya ketika ada gelombang arus bawah laut atau internal solitary wave yang menarik kapal menuju dasar lautan.

"Tetapi tidak bisa dalam kondisi kapal yang prima pun, jika air lautnya disebut internal solitary wave atau daya tarik ke bawah. Ini membuat seprima apapun kapal selam, tetap akan terjadi kecelakaan," jelasnya.

Dari penjelasannya itu, Robi menduga kuat bahwa sebab tenggelamnya KRI Nanggala-402 karena kurangnya perawatan untuk mengantisipasi terjadi gelombang laut.

"Asumsi paling mungkin antara kurangnya perawatan dan kondisi kapal yang sudah tua, ditambah dengan gelombang laut dalam kondisi tertentu itu sulit dihindari," pungkasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Nasdem Ingatkan Ancaman El Nino dan Dampak Geopolitik ke Pangan Nasional

Selasa, 07 April 2026 | 14:17

Istana Kaji Wacana Potong Gaji Menteri, Belum ada Keputusan

Selasa, 07 April 2026 | 14:14

Pemerintah Genjot Biofuel untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pangan

Selasa, 07 April 2026 | 14:02

Benteng Etika Digital: Pemerintah Godok Dua Perpres untuk Jinakkan Risiko AI

Selasa, 07 April 2026 | 13:53

KPK Panggil Petinggi 5 Perusahaan Travel Haji

Selasa, 07 April 2026 | 13:34

Seruan Saiful Mujani Tak Digubris, Istana: Prabowo Fokus Agenda Strategis

Selasa, 07 April 2026 | 13:33

Monitoring Ketat Jadi Kunci WFH ASN Tetap Produktif

Selasa, 07 April 2026 | 13:21

Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Nasional Stabil hingga 11 Bulan ke Depan

Selasa, 07 April 2026 | 13:17

Jangan Adu Domba Rakyat dengan Pemerintah Soal BBM

Selasa, 07 April 2026 | 13:11

Kasus Suap Pemkab Bekasi: KPK Periksa Istri Ono Surono Sebagai Saksi

Selasa, 07 April 2026 | 13:08

Selengkapnya