Berita

Operasional izin pinjam pakai PT Toshida Indonesia/Net

Nusantara

Melanggar Hukum, Pencabutan Izin PT Toshida Indonesia Di Kolaka Sultra Langkah Tepat

RABU, 05 MEI 2021 | 00:36 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Keputusan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) meminta  Direktur Perencanaan dan Pembentukan Wilayah Pengelolaan Hutan (Dinas Kehutanan Sulawesi Tenggara untuk melakukan serah terima areal Izin Pinjam Pakai Kawasan Ilutan (IPPKIT) dengan PT Toshida Indonesia.

Menanggapi hal itu, pengamat hukum yang juga Koordinator Investigasi Kaki Publik, Wahyudin Jali  mengatakan, langkah yang diambil tepat, namun yang menjadi catatan kedepan hal seperti ini harus konsisten jangan sampai tebang pilih.

"Misal adanya dugaan faktor-faktor yang mempengaruhi tetapi di luar kepentingan negara," kaya Wahyudin, Senin (3/5).


Selain itu, kata dia, paska pengosongan lahan tersebut ingin diarahkan kemana dengan kondisi yang sudah ada, ingin dikelola negara atau dibekukan begitu saja.

"Lalu mengukur nilai manfaat atas pengosongan tersebut berpengaruh tidak dengan APBN, kerugian negara yang dilakukan PT Toshida Indonesia harus dipertanggungjawabkan,"  tegasnya.

Untuk diketahui, sesuai Amar Ketiga huruf b dan Keputusan Kepala BKPM RI No SK 4511 KLHK 2020 tanggal 30 November 2020 dan Point 5 huruf c dan surat Direktur Rencana, Perencanaan dan Pembentukan Wilayah Pengelolaan Hutan No 199 PKTL-RENPPKH PLA 0:35:2021 tanggal 4 Maret 2021, menugaskan Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Tenggara untuk melakukan serah terima areal Izin Pinjam Pakai Kawasan Ilutan (IPPKIT) dengan PT Toshida Indonesia.

Sementara itu,  Surat No S201/PKTL-RENPPKH/PLA 0/3/2021 tanggal 4 Maret 2021 tindak lanjut pencabutan Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan untuk hemat Eksploitasi Nikel dan Sarana Penunjangnya an PT Toshida Indonesia (Non SK 708 Menhut-11/2009 tanggal 19 Oktober 2009) di Kabupaten Kolaka Provinsi Sulawesi Tenggara, disampaikan bahwa kewajiban PT Toshida Indonesia untuk melakukan serah terima areal IPPKH kepada Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Tenggara serta wajib mengelurkan barang bergerak milik PT Toshidan dari kawasan hutan.

Adapun penanganan kasus potensi kerugian keuangan negara yang jumlahnya mencapai Rp 151 miliar, saat ini ditangani oleh Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulawesi Tenggara (Sultra).

Sebelumnya, Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara, Sarjono Turin  menegaskan sampai saat ini Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara (Sultra) terus memproses kasus dugaan adanya kerugian uang negara mencapai Rp 151 miliar pada sektor pertambangan di provinsi tersebut yang diduga dilakukan PT Toshida Indonesia.

Kajati mengatakan terkait terbongkarnya kasus yang diduga menimbulkan kerugian negara RP 151 Miliar tersebut oleh PT Thosida Indonesia sebagai langkah Kejati Sultra dalam mewujudkan Sultra bebas korupsi.

"Harapan saya kedepan bahwa tumbuhnya kesadaran para pemegang IUP dan IUPPKH, untuk memenuhi kewajibannya kepada negara," kata Sarjono, Senin (26/4).

Sarjono mengaku terungkapnya kasus ini sebagai bentuk sumbangsih untuk pemulihan ekonomi dimasa pandemi Covid 19.

Sarjono mengatakan akan mengusut kasus PT Toshida Indonesia hingga tuntas.

Populer

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Swiss Tantang Argentina Usai Singkirkan Kolombia Lewat Drama Adu Penalti

Rabu, 08 Juli 2026 | 05:45

Kemesraan Prabowo-Modi

Rabu, 08 Juli 2026 | 05:30

Khayal Seorang Revolusioner

Rabu, 08 Juli 2026 | 05:15

Pengalaman Demokrasi India jadi Inspirasi Penting Indonesia

Rabu, 08 Juli 2026 | 04:53

Sikap Tegas Rektor Untan Jalankan Statuta Universitas Tuai Apresiasi

Rabu, 08 Juli 2026 | 04:23

Belajar dari Koperasi Pertanian Jepang

Rabu, 08 Juli 2026 | 03:58

Prabowo: Saya adalah Pengagum Pribadi Shri Narendra Modi

Rabu, 08 Juli 2026 | 03:31

Kisah Seorang Anak Buruh Harian Lepas

Rabu, 08 Juli 2026 | 03:13

Bahayakan Nyawa Banyak Orang, DPR Desak Polisi Berantas Maling Besi

Rabu, 08 Juli 2026 | 02:59

Tinjau TPA Jatiwaringin

Rabu, 08 Juli 2026 | 02:39

Selengkapnya