Berita

Koordinator Komunitas Tionghoa Anti Korupsi (KomTak), Lieus Sungkharisma/Ist

Politik

Lieus Sungkharisma: Pelapor Anies Soal Kerumunan Tanah Abang Kurang Kerjaan, Logikanya Di Mana?

SENIN, 03 MEI 2021 | 20:27 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Beredar kabar Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan akan dilaporkan ke pihak kepolisian terkait kerumunan di Pasar Tanah Abang, Jakarta.

Sontak, kabar tersebut pun menuai reaksi dari beragam kalangan. Salah satunya datang dari Koordinator Komunitas Tionghoa Anti Korupsi (KomTak), Lieus Sungkharisma.

“Lho, yang berkerumun siapa, yang mau dilapori siapa? Emangnya enggak ada kerjaan lain apa ya?” ujar Lieus kepada wartawan, Senin (3/5).


Lieus mendengar, pihak yang hendak melaporkan Anies ke polisi adalah kelompok mengatasnamakan Gardu Banteng Marhaen. Namun rencana GBM tersebut dinilainya tak berdasar.

“Kayaknya yang mau ngelaporin itu kurang kerjaan kali ya?” kritiknya.

Menurut Lieus, Pasar Tanah Abang adalah pusat perdagangan yang besar. Keramaian pasar tersebut pun bak menjadi tradisi di setiap menjelang lebaran.

"Nah sekarang, di tengah pandemi Covid-19, ada keramaian yang sudah mentradisi itu karena orang tetap ingin berbelanja kebutuhan lebaran di Tanah Abang. Terus kok Anies yang mau disalahkan? Logikanya di mana itu?” tanya Lieus.

Kalau pun memaksa mencari kesalahan dalam kerumunan di Pasar Tanah Abang, Lieus justru menyarankan untuk melihat imbauan Menteri Keuangan, Sri Mulyani yang menyuruh masyarakat berbelanja jelang lebaran dengan alasan mendongkrak ekonomi rumah tangga.

“Sebab Sri Mulyanilah yang mengajak masyarakat agar berbelanja baju baru dan bingkisan Lebaran untuk menggerakkan ekonomi,” kata Lieus.

Di sisi lain, saat ini Gubernur Anies telah mengambil langkah untuk memberlakukan pengetatan pengendalian pengunjung Tanah Abang terhitung sejak Minggu kemarin (2/5).

Pengetatan ini bukan hanya berlaku di pasar Tanah Abang, namun juga setiap kawasan pasar di ibukota. “Tujuannya tentu saja supaya potensi klaster baru Covid-19 bisa diminimalisir,” tutup Lieus.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

Besok Pantura Jateng Diprediksi Banjir Rob Lebih Lama

Minggu, 14 Juni 2026 | 22:22

Turun Ke Kupang, Komut Pertamina Pastikan Pasokan Energi di Perbatasan Aman

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:47

Prabowo Terima Laporan Rosan soal Lonjakan Kepercayaan Investor Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:40

Masyarakat Harus Jaga Persatuan di Tengah Tekanan Ekonomi Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:26

Prabowo Kumpulkan Sejumlah Menteri di Kertanegara, Bahas Apa?

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:21

Ketum PKB: Politik Bukan Cuma Rebutan Kekuasaan!

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:19

Wakapolri dan Akpol '90 Bakti Sosial dan Kesehatan Gratis

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:49

Tuan Guru Batak Kecam Eks Ketua BEM UGM yang Diduga Hina Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:32

PKB Jabar Fest Siapkan Kader Muda jadi Pemimpin Masa Depan

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:31

KPK Buka Fakta Viral Foto Tumpukan Uang Valas Silmy Karim

Minggu, 14 Juni 2026 | 19:53

Selengkapnya