Berita

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Benny K. Harman/Net

Politik

Benny K. Harman: Jika Laporan Risma Benar, Maka Rezim Jokowi Lebih Kejam Dari Teroris

SABTU, 01 MEI 2021 | 11:57 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Data ganda penerima bantuan sosial (Bansos) yang dilaporkan Menteri Sosial Tri Rismaharini kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) disoroti Partai Demokrat.

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Benny K. Harman menyampaikan, hasil laporan yang disampaikan Risma kepada lembaga antirasuah bakal memberikan gambaran tentang baik buruknya rezim penguasa saat ini.

Karena dia memandang, data 21 juta data ganda bukanlah angka kecil, apalagi dikalikan dengan jumlah korupsi per satu bansos yang dilakukan para tersangka yang sudah ditetapkan KPK.

"Ini yang dilaporkan Risma ke KPK, 21 juta data ganda penerima bansos. Jika laporan Risma betul, KPK harus kuat dan tegar. Inilah kejahatan extra ordinary itu," ujar Benny dala akun Twitter pribadinya, Sabtu (1/5).

"Di era Jokowi berkuasa. Lebih kejam dari teroris. Curi uang rakyat di siang hari bolong," tandas anggota Komisi III DPR itu di twit yang sama.

Jumat (30/4), Menteri Sosial RI Tri Rismaharini melaporkan data ganda penerima bansos ke KPK. Total ada lebih dari 21 juta data warga yang ganda.

Populer

Penumpang Pesawat Wajib PCR, Pimpinan Komisi IX: Kenapa Kebijakan Jadi Jakarta Sentris?

Rabu, 20 Oktober 2021 | 15:20

Margarito Kamis: Penyelenggara Kongres atau KLB Partai adalah Pengurus DPP Sah

Kamis, 21 Oktober 2021 | 17:25

KPK Temukan Dokumen Catatan Aliran Uang Kasus Suap Perpanjangan Izin HGU Sawit di Kuansing

Jumat, 22 Oktober 2021 | 18:37

Tak Bermanfaat Bagi Papua, Jokowi Diminta Tinjau Ulang Pembangunan Smelter di Gresik

Kamis, 21 Oktober 2021 | 23:52

Mantan Intelijen Saudi Beberkan Kemungkinan Putra Mahkota MBS Bunuh Raja Abdullah

Senin, 25 Oktober 2021 | 09:01

Dua Tahun Pimpin Indonesia, Maruf Amin Seperti Diparkirkan dan Jokowi Ngebut Bareng Luhut Pandjaitan

Minggu, 17 Oktober 2021 | 19:43

Sindiran Mujahid 212: Wajar Jokowi Pilih ke Kalimantan, Frekuensi Mahasiswa yang Demo Belum Disetel

Kamis, 21 Oktober 2021 | 15:49

UPDATE

Simak, Ini Nomor Hotline Pengaduan Korban Pinjol yang Dibuka Polri

Senin, 25 Oktober 2021 | 23:01

Pakar: Zaman SBY Ada UKP4 Evaluasi Menteri untuk Reshuffle, Era Jokowi Seskab Kerja Apa?

Senin, 25 Oktober 2021 | 22:54

Tidak Ingin Tambah Daftar Koruptor, KPK Ingatkan Kepala Daerah Jalankan Kebijakan sesuai Aturan

Senin, 25 Oktober 2021 | 22:49

Gara-gara Ini, Kapolres Nunukan Pukuli Anak Buahnya

Senin, 25 Oktober 2021 | 22:24

Tes PCR Untuk Pesawat, Guspardi Gaus: Jangan Timbul Kesan Seolah Pemerintah Berbisnis dengan Rakyat

Senin, 25 Oktober 2021 | 22:14

Kebut Target Kekebalan Komunal, BIN Maluku Utara Vaksinasi Pelajar dan Warga Menengah ke Bawah

Senin, 25 Oktober 2021 | 22:12

Protes Aturan PCR Dijawab Jokowi: Dapat Diturunkan Harganya Jadi Rp 300 Ribu

Senin, 25 Oktober 2021 | 21:56

PKS: Wajib Tes PCR Tidak Jamin Penumpang Pesawat Bebas Covid-19

Senin, 25 Oktober 2021 | 21:47

Tak Seperti Bareng JK, Jokowi Dominasi Maruf dalam Penanganan Covid Sampai Muncul Wapres Bayangan LBP

Senin, 25 Oktober 2021 | 21:37

Sekjen PB PMII: Kebijakan Menag Yaqut Inklusif dan Disukai Generasi Muda

Senin, 25 Oktober 2021 | 21:29

Selengkapnya