Berita

Ilustrasi pemulihan ekonomi di tengah pandemi Covid-19/Net

Politik

Peringatkan Pemerintah, Ekonom: Pemulihan Ekonomi Belum Tentu Berlanjut Di 2021

JUMAT, 30 APRIL 2021 | 23:10 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Harapan pemulihan ekonomi di kuartal pertama tahun 2021 harus disikapi dengan penuh kewaspadaan.

Ekonom senior Narasi Institute, Fadhil Hasan mengamini, pemulihan ekonomi yang digelorakan pemerintah masih ada harapan melalui program vaksinasi hingga program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Namun usaha tersebut patut diwaspadai bila melihat tingkat konsumsi dalam negeri masih butuh dorongan lebih.


"Perbaikan indikator konsumsi belum memadai dan cukup kuat mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi," kata Fadhil Hasan dalam keterangan tertulisnya, Jumat (30/4).

Fadhil Hasan mengingatkan, pertumbuhan Q1 2021 masih negatif, di mana ekonomi tumbuh negatif dalam 4 kuartal berturut-turut sejak kuartal II 2020.
 
Ia mengurai, produk domestik bruto (PDB) RI pada kuartal IV/2020 minus 2,19 persen (year on year/yoy). Pun demikian pada kuartal III minus 3,49, kuartal II minus 5,32 persen (yoy).

"Dan kuartal pertama 2021 juga akan negatif," lanjutnya.
 
Fadhil menegaskan, meskipun stimulus fiskal 2020 cukup menggembirakan, namun terdapat faktor-faktor yang perlu diwaspadai pada tahun 2021 agar optimisme terus menguat dan perbaikan ekonomi berlanjut.
 
Pada tahun 2020, pemerintah telah berupaya keras menekan dampak Covid-19 dan menjaga ekonomi Indonesia tidak terkontraksi lebih dalam terutama melalui program PEN. Secara umum, program PEN seperti Perlindungan Sosial, PEN Sektor Kesehatan, Bantuan Presiden Produktif Usaha Mikro, Program Padat Karya, Program BLT Desa, dan Pinjaman Daerah telah menunjukan kontribusi yang positif.

“Program PEN sangat krusial sebagai instrumen utama pemerintah untuk menjaga konsumsi RT dan keberlangsungan aktivitas usaha. Namun perlu kehati-hatian dalam perjalanan dan pengelolaan ekonomi pada tahun 2021 agar tidak timbul pesimisme baru dan perbaikan terus berkelanjutan," tambah Fadhil Hasan.

Oleh karena itu, pemerintah diminta benar-benar fokus dalam mengelola perekonomian pada pelaksanaan program pemulihan dunia usaha, terutama UMKM, percepatan dan perluasan bantuan sosial dan perlindungan masyarakat.

"Kemudian perlu juga menunda berbagai program pembangunan infrastruktur yang tidak memberikan dampak langsung pada ekonomi dalam jangka pendek-menengah seperti IKN, dan lain-lain," tandasnya.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

Besok Pantura Jateng Diprediksi Banjir Rob Lebih Lama

Minggu, 14 Juni 2026 | 22:22

Turun Ke Kupang, Komut Pertamina Pastikan Pasokan Energi di Perbatasan Aman

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:47

Prabowo Terima Laporan Rosan soal Lonjakan Kepercayaan Investor Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:40

Masyarakat Harus Jaga Persatuan di Tengah Tekanan Ekonomi Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:26

Prabowo Kumpulkan Sejumlah Menteri di Kertanegara, Bahas Apa?

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:21

Ketum PKB: Politik Bukan Cuma Rebutan Kekuasaan!

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:19

Wakapolri dan Akpol '90 Bakti Sosial dan Kesehatan Gratis

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:49

Tuan Guru Batak Kecam Eks Ketua BEM UGM yang Diduga Hina Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:32

PKB Jabar Fest Siapkan Kader Muda jadi Pemimpin Masa Depan

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:31

KPK Buka Fakta Viral Foto Tumpukan Uang Valas Silmy Karim

Minggu, 14 Juni 2026 | 19:53

Selengkapnya