Berita

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan/Ist

Publika

Pendukung Jokowi Mulai Merapat Ke Anies

KAMIS, 29 APRIL 2021 | 17:30 WIB

TAHUN 2024, periode Jokowi selesai. Kepemimpinan bangsa bergilir, dan harus berganti melalui mekanisme demokrasi yang disebut dengan pemilu. Meski sejumlah nama kandidat muncul, namun nama Anies Baswedan, Gubernur DKI ini kelihatannya paling populer.

Beberapa postingan survei berupaya mengganjal Anies via media, tetapi sejumlah survei yang tidak dipublish kabarnya bocor dan telah menjadi pembicaraan para wartawan dan analis politik. Anies unggul.

Bagi parpol, siapa yang berpotensi menang akan didukung. Ini sikap yang paling realistis. Setiap parpol akan menyelamatkan elektabilitasnya melalui dukungan terhadap capres terkuat. Dengan mengusung capres terkuat, coat-tail effect terjadi.


Selain coat-tail effect, parpol pengusung juga mendapat "ghonimah effect". Jatah menteri atau jatah-jatah lain di struktur kekuasaan.

Hal yang lazim terjadi di negara yang menganut sistem multipartai. Membentuk koalisi, lalu menang, maka secara bersama-sama sejumlah kader partai ikut ambil peran di pemerintahan.

Sikap yang sama akan dilakukan oleh umumnya para pengusaha. Untuk mengamankan bisnisnya, para pengusaha akan mendukung capres yang diyakini akan menjadi pemenangnya.

Tidak sedikit pengusaha yang melakukan survei untuk mengetahui nama capres yang paling potensial menang, kemudian didukungnya.

Bagaimana dengan Jokowi? Pilpres 2024 Jokowi juga akan bersikap sama: mendukung calon yang dianggap paling potensial untuk menang.

Mungkinkah Jokowi dukung Anies? Dalam politik, semua ada kalkulasi rasionalnya.

Jika Anies dianggap paling potensial untuk menang, Jokowi hampir pasti akan mendukungnya. Begitulah lazimnya presiden-presiden sebelumnya selalu mengambil sikap politik seperti itu.

Termasuk Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang kabarnya secara diam-diam juga ikut andil memenangkan Jokowi di Pilpres 2014, meski lawannya adalah besan SBY sendiri, yaitu Hatta Rajasa yang waktu itu sebagai cawapres.

Terlebih, pada 2024 kabarnya Gibran, putra Jokowi, digadang-gadang maju di Pilgub DKI. Strategi terbaiknya, Gibran tidak berhadapan dengan Anies. Anies adalah incumbent, senior, punya banyak pengalaman, tokoh yang diakui kiprahnya di dunia internasional, unggul di panggung debat, seringkali muncul darinya gagasan out of the box, dan juga memiliki pendukung fanatik.

Ini akan menyulitkan bagi siapapun yang ingin nyagub di DKI, termasuk Gibran.

Kesimpulan ini, tentu tidak berlebihan melihat sejumlah track record dan prestasi yang diperoleh oleh Anies ketika memimpin DKI.

Satu-satunya strategi terbaik adalah mendorong Anies nyapres agar Gibran, atau siapapun yang tertarik untuk nyagub di DKI tidak bertemu Anies.

Sejumlah pendukung Jokowi kabarnya sudah mulai merapat ke Anies. Salah satunya adalah Billy Haryanto, Wakil Ketua Umum Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras (Perpadi).

Pengusaha asal Sragen yang dua periode mendukung Jokowi ini, telah terang-terangan deklarasi mendukung Anies. Ia pun menjanjikan bahwa milenial Solo Raya akan ikut dukung Anies di Pilpres 2024. Janji seorang pengusaha yang punya persediaan logistik, biasanya riil jika menyangkut dukungan.

Tak tanggung-tanggung, pengusaha asal Sragen ini memasang spanduk cukup besar bertuliskan: "Joglo Kemenangan Anies Capres 2024, Muda Mudi Solo Raya Siap Dukung Anies".

Di Joglo ini sejarahnya semua calon yang saya dukung dimulai. Dan semuanya jadi, kata pengusaha beras ini.

Dukungan Billy Haryanto ini, apakah merepresentasikan dukungan Jokowi? Boleh jadi deklarasi Billy Haryanto ini juga menjadi sinyal awal dukungan di kalangan para pengusaha kepada Anies di Pilpres 2024.

Tony Rosyid

Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

Kebijakan Energi Harus Seimbang dengan Perlindungan Daya Beli Masyarakat

Minggu, 26 April 2026 | 08:05

Lewat Seminar di Wonosobo, Jateng Nyatakan Perang Terhadap Hoaks

Minggu, 26 April 2026 | 07:36

Jemaah Haji Diminta Selalu Bawa Kartu Nusuk dan Dokumen Resmi

Minggu, 26 April 2026 | 07:32

Menkop Optimistis Kopdes Perkuat Ekonomi Masyarakat

Minggu, 26 April 2026 | 07:03

Narkoba Melahirkan Rezim TPPU

Minggu, 26 April 2026 | 06:42

KH Imam Jazuli: Kiai Transformatif Cum Saudagar Gagasan

Minggu, 26 April 2026 | 06:23

Pertemuan Prabowo-Kapolri Mengandung Makna Kebangsaan Mendalam

Minggu, 26 April 2026 | 06:03

Satu Keluarga dengan Lima Nyawa Melayang di Barito Utara

Minggu, 26 April 2026 | 05:48

Tanpa Kubu Tetap

Minggu, 26 April 2026 | 05:13

Pertemuan Menhan dengan Para Jenderal Bukan Sekadar Temu Kangen

Minggu, 26 April 2026 | 05:09

Selengkapnya