Berita

Twit ekonom senior Dr. Rizal Ramli/Rep

Politik

Syafril Sjofyan: RR Mention Jokowi, Moeldoko, Dan Hendropriyono Karena Tahu Siapa "Kakak Pembina"

SELASA, 27 APRIL 2021 | 00:36 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Ekonom senior Dr. Rizal Ramli lewat akun Twitter miliknya @RamliRizal memention Presiden Jokowi, Kepala KSP Moeldoko, dan mantan Kepala BIN Hendropriyono terkait bahaya buzzer.

RR sapaan akrab mantan Menko Maritim dan SDA, juga menyebutkan keberadaan buzzer bayaran menjadi musabab Presiden Joko Widodo tidak populer di kalangan masyarakat saat ini.

Menanggapi hal itu, pengamat kebijakan publik yang juga aktivis pergerakan 77-78, Syafril Sjofyan mengatakan, sistem kerja buzzer fokus pada penggiringan opini secara masif, tanpa dasar yang kuat.

"Mereka menyerang tokoh tertentu yang dianggap kritis terhadap pemerintah yang mereka dukung karena bayaran. Tugas mereka hanya satu, mendengung ke publik lewat saluran media sosial melalui status dari para tokoh tersebut," ujar Syafril Sjofyan, Selasa (27/4).

Biasanya buzzer bayaran diorganisir dan dibiayai oleh "Kakak Pembina". Mereka mengatur lalu-lintas penyebaran komen tersebut. Melalui tools-tools atau bot yang mereka punya.

Untuk itu, mereka mempunyai akun-akun bodong, karena itu komen mereka hampir seragam menyerang pribadi, bukan subtansi yang dikritisi. Mereka juga miskin narasi, dan biasanya jauh jauh dari sopan santun.

"Tujuan mereka sesuai pesanan 'Kakak Pembina'. Cuma untuk menjatuhkan dan membuat kacau narasi kritik dan solusi dari tokoh bersangkutan," terang Syafril Sjofyan.

Karena miskin narasi, terlalu kelihatan dengan mudah bisa dibedakan bahwa mereka adalah buzzer bayaran. Sebenarnya mereka dungu karena mereka berdengung secara membabi-buta. Tugas mereka yang penting menjadi viral. Oleh sebab itu, buzzer kadang bisa juga bisa merugikan tuannya.

"Untuk hal tersebut saya memahami kenapa RR mention twit kepada Jokowi, Moeldoko dan Hendropriyono. Saya yakin RR 'mengetahui' secara persis siapa 'Kakak Pembina' para buzzer tersebut, yang juga mendanai buzzer tersebut," demikian Syafril Sjofyan, yang juga Sekjen FKP2B.

Tokoh nasional Rizal Ramli sebelumnya mencuitkan komentar tentang alasan Presiden Jokowi saat ini tidak populer. Menurutnya, gerakan ribuan buzzer yang kerap membuat narasi tidak berbasis pengetahuan, makin melemahkan reputasi pemerintahan di mata masyarakat.

"Mas @jokowi @Dr_Moeldoko. Inilah yang bikin Mas tidak populer: Ribuan buzzeRp timpe-timpe RR dengan narasi-narasi bodoh, miskin kosa kata. Memang kebanyakan followers-nya kurang dari 10, ternakan baru," tulis RR di akun Twitter, Senin petang (26/4).

"Mas Hendropriyono @edo751945. Tolong tertibkan dayang-dayang ini. Ribuan buzzeRp timpe-timpe RR dengan narasi-narasi bodoh, miskin kosa kata dan oon. Followers <10, ternakan baru," sambung dia di twit selanjutnya.

Di dalam dua twit itu, RR bahkan langsung menyentil Denny Siregar yang dia sebut sebagai orang yang menernakkan buzzer bayaran.

"Norak lu @dennysiregar7. Kerja lu cuman nernakin buzzeRr doang. Bikin malu Mas Edo dan marga Siregar saja kau," ucap RR.

Populer

Dua Menteri Pelesiran Di Tengah Pandemi, Relawan Jokowi: Segera Mengundurkan Diri, Dan Layak Untuk Dicopot

Rabu, 14 Juli 2021 | 13:43

Senior AHY Minta Dewi Tanjung Tidak Bangunkan Macan Tidar

Sabtu, 17 Juli 2021 | 18:25

Minta Jokowi Tidak Perpanjang PPKM Darurat, Dewi Tanjung: Saya Punya Feeling, Ada Misi Jahat Untuk Jatuhkan Bapak

Sabtu, 17 Juli 2021 | 21:08

Bibit Perpecahan Di Internal Kabinet Mulai Terlihat Nyata

Minggu, 18 Juli 2021 | 11:46

Kalau PPKM Darurat Diperpanjang, Sekjen GPI: Lebih Baik Presiden Mundur!

Minggu, 18 Juli 2021 | 02:59

Dapat Lampu Hijau, Jepang Jadi Negara Pertama Yang Setujui Ronapreve Untuk Pengobatan Covid-19

Selasa, 20 Juli 2021 | 21:48

Sindiran Susi Ke Luhut Sukses Menyatukan Warganet: Mampus Lord Dimarahin!

Jumat, 16 Juli 2021 | 02:58

UPDATE

FSML Ke Pemerintah: Jamin Kebutuhan Rakyat Dan Jangan Paksa Vaksinasi!

Sabtu, 24 Juli 2021 | 03:58

Belajar Dari Pengalaman, Ekonom Pesimis Pertumbuhan Ekonomi Triwulan III 2021 Akan Membaik

Sabtu, 24 Juli 2021 | 03:42

Pesan Jimmy Demianus Ijie Untuk Natalius Pigai: Jangan Pelihara Kemunafikan, Jujurlah Pada Diri Sendiri

Sabtu, 24 Juli 2021 | 03:21

Analisis Joman, Aksi "Jokowi End Game" Diprakarsai Oleh Tiga Kelompok Ini

Sabtu, 24 Juli 2021 | 02:59

Ekonom: Covid-19 Belum Beres Dan Ekonomi Terseok-seok Karena Pemerintah Lebih Mendengarkan Pengusaha

Sabtu, 24 Juli 2021 | 02:38

Rakyat Perlu Waspada, Pemerintah Berpotensi Ubah Batas Rasio Utang Dengan Dalih UU Corona

Sabtu, 24 Juli 2021 | 02:18

Catatan PKS Untuk Pemerintah Di Hari Anak Nasional Agar Tidak Lost Generation

Sabtu, 24 Juli 2021 | 01:44

Rest In Peace Pak Jimmy

Sabtu, 24 Juli 2021 | 01:21

Tingkat Keterisian Pasien Rumah Sakit Di Kabupaten Tangerang Mulai Menurun

Sabtu, 24 Juli 2021 | 01:16

HIPMI Jateng Minta Pemerintah Berdamai Dengan Covid-19

Sabtu, 24 Juli 2021 | 00:49

Selengkapnya