Berita

Ketua DPW PKS Jabar, Haru Suandharu/Net

Politik

Siap Lanjutkan Pertemuan DPP PKS-Demokrat, PKS Jabar Ungkap Kesamaan Pandangan Kedua Parpol

SENIN, 26 APRIL 2021 | 17:35 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

DPW Partai Keadilan Sejahter (PKS) Jawa Barat akan meneruskan silaturahmi politik yang dilakukan oleh DPP PKS kepada DPP Partai Demokrat di Jakarta beberapa waktu lalu. Kedua parpol bertemu untuk membahas perkembangan demokrasi, penanganan Covid-19, dan pemulihan ekonomi.

Ketua DPW PKS Jabar, Haru Suandharu mengatakan, DPP PKS telah mengarahkan untuk membangun komunikasi dengan partai asas Islam maupun Nasionalis. Hal tersebut seperti yang dilakukan sebelumnya, ketika ada silaturahmi dari DPP PPP ke DPP PKS.

"Sudah saya sampaikan, tentu ini (poros Islam) akan diikuti oleh partai nasionalis. Dan betul ada kunjungan PKS ke Demokrat," kata Haru kepada Kantor Berita RMOLJabar, Senin (26/4).


Pada intinya PKS ingin membangun silaturahmi politik baik di pusat maupun di daerah. Dengan sesama partai Islam, maupun partai Nasionalis. Sebab, membangun Indonesia atau Jabar tidak bisa sendirian, sehingga memerlukan kerja sama antarpartai politik.

"Jadi insyaAllah akan diteruskan di tingkat provinsi, juga kota/kabupaten se-Jabar," paparnya.

Kendati begitu, saat disinggung soal kans Partai Demokrat bergabung dengan poros Islam, Haru menyebut setelah pertemuan dengan Partai Demokrat dan PPP, akan mengubah judul menjadi 'Poros Islam Nasionalis'.

Namun, intinya poros ini untuk yang sepakat saja, baik partai dengan asas Islam atau Nasionalis yang memiliki pandangan yang sama.

"Kalau dengan PPP konteksnya keumatan. Kalau dengan Demokrat konteks demokrasi, pemulihan ekonomi, dan penanganan Covid-19. Artinya kami mempunyai kesepahaman cara pandang," ucap Haru.

Menurutnya, PKS harus banyak mencari banyak persamaan bukan perbedaan, jika mencari perbedaan pasti akan ditemukan. Oleh karena itu pihaknya ingin persamaan dan kebersamaan untuk kemajuan bangsa Indonesia.

"Tapi kalau nyarinya perbedaan karena punya maksud lain akan menjadi susah. Itu bukan mencari kebersamaan dan kejayaan bangsa, itu mah nyari ribut dan perpecahan," tuturnya.

"Saya kira sudah enggak musim lah, hari gini lagi pandemi Covid-19 kita ngomongin yang enggak-enggak. Kalau saya harus ngomongin yang bagus-bagus," tandasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

324 Hunian Layak untuk Warga Bantaran Rel Senen Rampung Juni 2026

Senin, 06 April 2026 | 18:15

Kasus Amsal Sitepu Harus jadi Refleksi Penegakan Hukum

Senin, 06 April 2026 | 17:59

WFH Jumat Tak Boleh Ganggu Produktivitas

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Putri Zulhas Ngaku Belum Tahu Gugatan Pengosongan Rumah

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Petinggi Tiga Travel Haji Dicecar KPK soal Perolehan Keuangan Tidak Sah

Senin, 06 April 2026 | 17:37

Konversi LPG ke Jargas

Senin, 06 April 2026 | 17:25

Prabowo Naikkan Target Bedah Rumah Tahun Ini Jadi 400 Ribu Unit

Senin, 06 April 2026 | 17:21

Impor Sparepart Pesawat dapat Insentif Bea Masuk Nol Persen

Senin, 06 April 2026 | 17:12

Sahroni Cabut Laporan Terhadap Influencer Indira dan Rena

Senin, 06 April 2026 | 16:59

PB Orado: Turnamen Domino Jatim Fondasi Menuju Kejurnas

Senin, 06 April 2026 | 16:55

Selengkapnya