Berita

Kapal selam KRI Nanggala-402/Net

Politik

Fahira Idris: Mari Sisipkan Doa Terbaik Bagi Awak KRI Nanggala-402 Dan Keluarga

MINGGU, 25 APRIL 2021 | 16:34 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Kapal selam KRI Nanggala-402 telah dinyatakan subsunk atau tenggelem setelah hilang kontak pada Rabu dinihari (21/4), di perairan utara Pulau Bali.

Besarnya harapan dan doa dari seluruh rakyat Indonesia agar proses penyelamatan dan evakuasi KRI Nanggala-402 berjalan lancar serta keselamatan seluruh awaknya adalah sebuah energi besar.

“Mari kita sisipkan doa terbaik bagi awak KRI Nanggala-402 dan keluarga dalam tiap doa kita. Tim pencarian di lapangan sudah berupaya maksimal dan doa kita semoga membuat semua upaya pencarian dimudahkan oleh yang Maha Berkehendak," ujar anggota DPR RI, Fahira Idris dalam keterangannya, Minggu (25/4).


"Kekuatan doa dari seluruh rakyat semoga menjadi energi besar bagi tim pencarian melakukan penyelamatan dan evakuasi yang tentunya cukup sulit,” imbuhnya.

Fahira berharap, sesulit apapun proses penyelamatan dan evakuasi KRI Nanggala-402, masih ada secercah harapan. Segala upaya patut dicoba untuk memastikan kondisi KRI Nanggala-402 termasuk para awaknya yang merupakan prajurit-prajurit kebanggaan bangsa.

“Semoga kekuatan doa dari seluruh rakyat Indonesia ditambah kegigihan dari tim pencari, melahirkan secercah harapan dan diberi hasil yang terbaik. Peristiwa ini menjadi cobaan besar bagi bangsa ini dan doa kita adalah kekuatan paling ampuh untuk menghadapi cobaan ini,” pungkas Fahira.

Sebagai informasi, saat ini status KRI Nanggala-402 yang sebelumnya submiss (hilang) menjadi subsunk (tenggelam). Hal tersebut berdasarkan sejumlah bukti otentik yang ditemukan tim pencarian di lapangan.

Meski demikian, TNI yang dibantu oleh sejumlah pihak seperti Polri, Basarnas, serta beberapa pasukan dari negara lain akan terus mengupayakan evakuasi.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya