Berita

India mengalami lonjakan kasus Covid-19/Net

Dunia

India Diterjang Tsunami Covid-19, AS Dituntut Berbagi Jutaan Vaksin

MINGGU, 25 APRIL 2021 | 13:54 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Gelombang tsunami Covid-19 di India memicu keprihatinan dunia, termasuk Amerika Serikat (AS).

Jurubicara Gedung Putih Jens Psaki pada Sabtu (24/4) mengatakan, AS tengah melakukan percakapan dengan pemerintah India untuk mengerahkan dukungan tambahan

Psaki mengatakan, AS juga telah memberikan bantuan senilai 1,4 miliar dolar AS kepada India dalam bentuk pasokan bantuan darurat, pelatihan pandemi, hingga ventilator.


Pada Jumat  (23/4), Kamar Dagang AS meminta pemerintahan Presiden Joe Biden untuk menyumbangkan jutaan dosis vaksin AstraZeneca untuk India dan Brasil, serta negara-negara yang paling parah terdampak Covid-19.

Menurut Kementerian Kesehatan, India mencatat 349.691 kasus Covid-19 pada Minggu (25/4), sehingga totalnya menjadi 16,96 juta kasus Covid-19.

Dekan Brown University School of Public Health, Ashish Jha menyebut India berada dalam ambang bencana kemanusiaan.

Dia mengatakan sekitar 2.000 orang meninggal setiap hari, tetapi kebanyakan ahli memperkirakan bahwa jumlah sebenarnya adalah lima sampai 10 kali lipat dari tingkat itu.

Jha meminta Washington untuk mengirim oksigen ke India, peralatan pengujian, dan peralatan pelindung pribadi berkualitas tinggi, termasuk masker wajah, dan obat-obatan untuk mengobati pasien Covid-19, termasuk obat penenang dan Remdesivir.

Jha juga mendesak pemerintahan Biden untuk berbagi kelebihan vaksin dengan India dan negara-negara lain yang mengalami krisis.

Ia juga menyoroti sekitar 30 juta dosis vaksin AstraZeneca yang tidak terpakai karena belum diizinkan oleh regulator AS.

Jha juga mendesak AS untuk mencabut kontrol ekspor pada bahan mentah yang diberlakukan melalui Defense Production Act dan embargo ekspor terkait pada Februari.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Intervensi Jepang Runtuhkan Dominasi Dolar AS

Jumat, 01 Mei 2026 | 08:15

Saham Big Tech Bergerak Beragam, Alphabet dan Amazon Moncer

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:58

Mojtaba Khamenei: Tak Ada Tempat bagi AS di Teluk Persia

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:36

Harga Emas Melonjak setelah Jepang Intervensi Pasar Mata Uang

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:26

STOXX 600 Capai Level 611,28 Saat Sektor Industri Melesat di Atas 1 Persen

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:06

Diplomasi Raja Charles III terhadap ‘King’ Trump

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:57

Celios: Kita Menolak MBG Dijadikan Alat Politik

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:28

Keluarga, Buruh dan Prabowonomics

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:02

Pembatalan Unjuk Rasa May Day di DPR Dianggap Warganet ‘Sudah Cair’

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:39

Prabowo-Gibran Diselamatkan Beras

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:15

Selengkapnya