Berita

Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin/Net

Dunia

PM Muhyiddin: Kami Berhasil, KTT ASEAN Di Luar Ekspektasi

MINGGU, 25 APRIL 2021 | 11:33 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin memuji hasil KTT ASEAN yang khusus digelar untuk mengatasi krisis Myanmar di Jakarta pada Sabtu (24/4).

Dikutip dari Bernama pada Minggu (25/4), Muhyiddin menyebut pertemuan tersebut telah berhasil, bahkan di luar ekspektasi sebelumnya.

“Kami telah berhasil. Itu di luar ekspektasi kami untuk mendapatkan hasil dari pertemuan hari ini," ujar Muhyiddin.


Menurut Muhyiddin, pemimpin junta Myanmar, Jenderal Min Aung Hlaing menerima tiga proposal yang diajukan oleh Malaysia untuk menangani krisis.

Pertama, untuk meredakan situasi di lapangan, serta menghentikan pembunuhan dan kekerasan terhadap warga sipil.

Kedua, membebaskan tahanan politik dengan segera dan tanpa syarat.

Ketiga, mengizinkan Ketua ASEAN dan Sekretaris Jenderal ASEAN memiliki akses ke Myanmar, termasuk ke semua pihak terkait.

“Myanmar merespon dengan baik dan tidak menolak ketiga usulan Malaysia tersebut,” kata Muhyiddin.

"Jenderal Min setuju bahwa kekerasan harus dihentikan," tambahnya.

Selain tiga usulan Malaysia, Muhyiddin mengatakan, Myanmar juga menyetujui usulan negara-negara anggota ASEAN lainnya, termasuk bantuan kemanusiaan dan upaya rekonsiliasi nasional dalam penyelesaian krisis.

“Kami sangat prihatin dengan perkembangan di Myanmar dan kami menemukan cara untuk mengatasi krisis tersebut,” katanya.

Lebih lanjut, ia mengatakan, ASEAN akan terus memainkan peran untuk mengatasi krisis di kawasan.

Krisis di Myanmar terjadi setelah militer merebut kekuasan pada 1 Februari. Setelah itu, kekerasan aparat keamanan semakin menjadi-jadi khususnya pada pengunjuk rasa.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Intervensi Jepang Runtuhkan Dominasi Dolar AS

Jumat, 01 Mei 2026 | 08:15

Saham Big Tech Bergerak Beragam, Alphabet dan Amazon Moncer

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:58

Mojtaba Khamenei: Tak Ada Tempat bagi AS di Teluk Persia

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:36

Harga Emas Melonjak setelah Jepang Intervensi Pasar Mata Uang

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:26

STOXX 600 Capai Level 611,28 Saat Sektor Industri Melesat di Atas 1 Persen

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:06

Diplomasi Raja Charles III terhadap ‘King’ Trump

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:57

Celios: Kita Menolak MBG Dijadikan Alat Politik

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:28

Keluarga, Buruh dan Prabowonomics

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:02

Pembatalan Unjuk Rasa May Day di DPR Dianggap Warganet ‘Sudah Cair’

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:39

Prabowo-Gibran Diselamatkan Beras

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:15

Selengkapnya