Berita

Menteri Luar Negeri China, Wang Yi/Net

Dunia

Wang Yi: Demokrasi Bukanlah Coca-Cola, AS Harus Menerima Perbedaan

MINGGU, 25 APRIL 2021 | 09:36 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Amerika Serikat (AS) harus segera meninggalkan kondisi permusuhan dan hidup bersampingan secara  damai.

Begitu yang disampaikan oleh Menteri Luar Negeri China Wang Yyi saat berbicaradengan Dewan Hubungan Luar Negeri AS melalui telepon pada Jumat  (23/4).

"Demokrasi bukanlah Coca-Cola, yang sirupnya diproduksi oleh Amerika Serikat, rasanya sama di seluruh dunia. Dunia akan menjadi tidak bernyawa dan memobosankan jika hanya ada satu model dan satu peradaban," ujarnya, seperti dikutip RT.


Wang mengatakan, menggambarkan China sebagai "otoriter" karena demokrasi yang dibentuk berbeda dengan AS adalah yang salah.

Pada saat yang sama, ia juga mengatakan Washington harus menahan diri dari menggunakan demokrasi dan hak asasi manusia sebagai dalih untuk mencampuri urusan dalam negeri negara lain atau memprovokasi konfrontasi yang dapat menyebabkan kekacauan atau bencana.

Dalam kesempatan tersebut, Wang juga menuding mantan Presiden AS Donald Trump telah mengganggu sistem internasional dengan meninggalkan kewajiban dan tanggung jawab.

Untuk itu, Wang mengatakan, China menyambut kembalinya multilateralisme di bawah pemerintahan Presiden Joe Biden.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Intervensi Jepang Runtuhkan Dominasi Dolar AS

Jumat, 01 Mei 2026 | 08:15

Saham Big Tech Bergerak Beragam, Alphabet dan Amazon Moncer

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:58

Mojtaba Khamenei: Tak Ada Tempat bagi AS di Teluk Persia

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:36

Harga Emas Melonjak setelah Jepang Intervensi Pasar Mata Uang

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:26

STOXX 600 Capai Level 611,28 Saat Sektor Industri Melesat di Atas 1 Persen

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:06

Diplomasi Raja Charles III terhadap ‘King’ Trump

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:57

Celios: Kita Menolak MBG Dijadikan Alat Politik

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:28

Keluarga, Buruh dan Prabowonomics

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:02

Pembatalan Unjuk Rasa May Day di DPR Dianggap Warganet ‘Sudah Cair’

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:39

Prabowo-Gibran Diselamatkan Beras

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:15

Selengkapnya