Berita

Pelaksanaan KTT ASEAN di Jakarta/Net

Politik

ISKA: Indonesia Punya Peran Penting Dalam Penyelesaian Krisis Politik Di Myanmar

SABTU, 24 APRIL 2021 | 23:53 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Para pemimpin Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara (ASEAN) didesak untuk mengambil sikap tegas kepada rezim junta militer Myanmar agar segera menghentikan kekerasan, memulihkan demokrasi, dan menegakkan hak asasi manusia di negara tersebut. Dan memastikan hadirnya kembali perdamaian di kawasan regional.

“Sebagai tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN 2021,  Indonesia punya kesempatan mengusung peran utama melalui jalur diplomasi untuk penyelesaian krisis politik di Myanmar melalui cara-cara demokratis seraya tetap menghormati kedaulatan masing-masing negara anggota," ujar Ketua Presidium Pusat Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (PP ISKA), Hargo Mandirahardjo, Jumat(23/4).

Hargo menegaskan, sebagai organisasi massa independen, ISKA  memahami dan menghormati komitmen Indonesia terhadap Piagam Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara utuk menghormati  kemerdekaan, kedaulatan, kesetaraan, integritas wilayah serta  identitas nasional seluruh negara anggota.


”Namun, sebagai salah satu pendiri ASEAN yang punya peran penting, Indonesia perlu berdiri di garda depan kawasan untuk menghentikan kekerasan militer pada warga sipil agar jumlah korban tidak terus bertambah,” tegas Hargo.

Pernyataannya ini merujuk kepada kekerasan di Myanmar yang telah membawa korban 700 lebih nyawa lebih, termasuk perempuan dan anak-anak sejak kudeta militer pada Februari lalu.

Pun penangkapan hampir 3.000 warga sipil, aktivis prodemokrasi  yang berdemonstrasi melawan junta militer. Para pemantau lokal di Myanmar melaporkan, sejumlah jurnalis dan kaum religius juga ditahan oleh junta militer.   

Sementara itu, Sekretaris Jenderal ISKA, Joanes Joko menyampaikan, sebagai organisasi para sarjana Katolik yang  memiliki spirit solidaritas tanpa sekat, ISKA mengapresiasi  langkah aktif pemerintah Indonesia menyokong rekonsiliasi di Myamar.

“Presiden Joko Widodo telah mendorong dialog dan rekonsiliasi untuk memulihkan demokrasi, perdamaian, dan stabilitas di Myanmar,” ujar Joko.

Sikap ini diikuti oleh langkah nyata menginisiasi ASEAN Special Summit 2021 di Jakarta.

Joko menegaskan, ISKA sepenuhnya mendukung dan mendorong pemerintah Indonesia  lebih aktif menekan junta militer Myanmar  yang dipimpin Jenderal Min Aung Hlaing.

Ditambahkan Joko, seluruh perwakilan ISKA di dalam dan di luar negeri, mengharapkan pertemuan tingkat tinggi para pemipin ASEAN ini dapat merumuskan peta jala demokrasi yang mengedepankan dialog dengan melibatkan seluruh elemen pro-demokrasi serta masyarakat sipil Myanmar.

“Dengan cara ini, kita  berharap  kehidupan damai  yang  terbuka bagi akses kemanusiaan, dapat segera hadir kembali di Myanmar,” sambung Hargo.

ASEAN Special Summit berlangsung di Gedung Sekretariat ASEAN, di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (24/4). Presiden  Joko Widodo hadir dalam pertemuan ini bersama sejumlah pemimpin negara. Antara lain, Singapura, Malaysia, Vietnam, Kamboja, Vietnam.

Tiga kepala negara yang tak dapat hadir adalah PM Thailand Prayuth Chan-o-cha, Presiden Filipina Rodrigo Duterte, dan Presiden Laos Thongloun Sisoulith.

Kekerasan militer di Myanmar memicu penolakan koalisi masyarakat sipil di Indonesia atas kehadiran pemimpin junta militer Myanmar Jenderal Min Aung Hlaing, yang menggulingkan pemerintah terpilih Aung San Suu Kyi dalam kudeta pada 1 Februari lalu.

Namun para pemimpin regional telah mulai membuka komunikasi dengan rezim junta sebelum berlangsungnya KTT ASEAN.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

Komisi III DPR Sambut KUHP dan KUHAP Baru dengan Sukacita

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:12

Bea Keluar Batu Bara Langkah Korektif Agar Negara Tak Terus Tekor

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:08

Prabowo Dua Kali Absen Pembukaan Bursa, Ini Kata Purbaya

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:07

Polri Susun Format Penyidikan Sesuai KUHP dan KUHAP Baru

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:06

Koalisi Permanen Mustahil Terbentuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:01

Polri-Kejagung Jalankan KUHP dan KUHAP Baru Sejak Pukul 00.01 WIB

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:58

Tutup Akhir Tahun 2025 DPRD Kota Bogor Tetapkan Dua Perda

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:46

Presiden Prabowo Harus Segera Ganti Menteri yang Tak Maksimal

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:42

Bitcoin Bangkit ke Level 88.600 Dolar AS

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Berjualan di Atas Lumpur

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Selengkapnya