Berita

Joe Biden/Net

Dunia

Bukan Bahas Genosida Armenia, Biden Dan Erdogan Bertelepon Bicarakan Kerja Sama Bilateral Dan Janji Pertemuan

SABTU, 24 APRIL 2021 | 11:10 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Presiden AS Joe Biden melakukan percakapan telepon dengan Presiden Turki pada Jumat (23/4) malam, di tengah beredarnya kabar yang menyebutkan bahwa orang nomor satu di AS itu akan mengakui peristiwa genosida Armenia 1915.

Pemberitaan tentang pengakuan itu telah meluas, membangkitkan harapan sejumlah pihak akan kebenaran yang tersimpan selama lebih dari satu abad.

Menurut rencana, Joe Biden akan mulai menggunakan kata 'Genosida' untuk pembantaian 1915, dan akan dilakukan pada Sabtu (24/4) dalam rangka memperingati peristiwa kelam itu.


Lalu apakah percakapan telepon Biden kepada Erdogan terkait rencana itu?

Itu adalah kontak telepon pertama antara Erdogan dan Biden, sejak presiden AS itu menjabat pada Januari lalu.

Gedung Putih mengatakan, sejumlah masalah bilateral kedua negara dibahas dalam percakapan kedua pemimpin itu. Sama sekali tidak menyinggung soal pengakuan genosida.

Sementara pernyataan dari Direktorat Komunikasi Turki, menyebutkan bahwa kedua kepala negara menyepakati pentingnya membangun kerja sama yang lebih besar, seperti dikutip dari Anadolu Agency, Sabtu (24/4).

Presiden Turki mencatat bahwa menangani masalah kehadiran Organisasi Teroris Fetullah (FETO) di AS dan dukungan Washington untuk kelompok teror PKK / PYD di Suriah penting untuk memajukan hubungan antara kedua negara, tambah pernyataan itu.

Menurut sumber diplomatik pada Jumat malam, Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu juga melakukan percakapan telepon dengan Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken untuk menindaklanjuti masalah yang dibahas oleh Erdogan dan Biden.

Kedua pemimpin telah sepakat untuk bertemu di sela-sela KTT Pemimpin NATO pada bulan Juni mendatang.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Intervensi Jepang Runtuhkan Dominasi Dolar AS

Jumat, 01 Mei 2026 | 08:15

Saham Big Tech Bergerak Beragam, Alphabet dan Amazon Moncer

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:58

Mojtaba Khamenei: Tak Ada Tempat bagi AS di Teluk Persia

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:36

Harga Emas Melonjak setelah Jepang Intervensi Pasar Mata Uang

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:26

STOXX 600 Capai Level 611,28 Saat Sektor Industri Melesat di Atas 1 Persen

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:06

Diplomasi Raja Charles III terhadap ‘King’ Trump

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:57

Celios: Kita Menolak MBG Dijadikan Alat Politik

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:28

Keluarga, Buruh dan Prabowonomics

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:02

Pembatalan Unjuk Rasa May Day di DPR Dianggap Warganet ‘Sudah Cair’

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:39

Prabowo-Gibran Diselamatkan Beras

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:15

Selengkapnya