Berita

Dalam beberapa lembaga survei elektabilitas Puan Maharani meroket/Net

Politik

Elektabilitas Puan Maharani Meroket, PDIP Pilih Fokus Bersama Pemerintah Tangani Covid-19

JUMAT, 23 APRIL 2021 | 21:48 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Sejumlah lembaga survei menempatkan Puan Maharani sebagai sosok yang pas untuk menjadi calon presiden di 2024.

Terbaru dalam survei Indometrik, disebutkan pasangan Prabowo Subianto-Puan Maharani mendapatkan perolehan 27,85 persen.

Menyikapi hal tersebut, politisi PDI Perjuangan Masinton Pasaribu menyampaikan partainya dalam menetukan calon baik Pilkada maupin Pilpres akan diputuskan oleh Ketua Umum PDI Perjuangan yakni Megawati Soekarnoputri.


Megawati, kata Masinton biasanya akan membahas bersama  kader dalam rapat internal di DPP.

“Dan juga hak prerogatif yang dimiliki oleh ibu ketum Ibu Megawati. Tentu ada beberapa nama, dari beberapa hasil lembaga survei kader-kader PDI Perjuangan yang muncul dalam survei,” ucap Masinton dalam acara lembaga survei Indometrik, Jakarta Pusat, Jumat (23/4).

Menurutnya, sejumlah lembaga survei memunculkan nama-nama kader banteng yang potensial di antaranya Puan Maharani, Ganjar Pranowo, Tri Rismaharini.

Moncernya beberapa nama ini, di mata Masinton berdampak baik untuk PDI Perjuangan.

Artinya, kader banteng mendapatkan apresiasi yang baik oleh masyarakat.

"Kita mengapresiasi baik aja hasil lembaga survei yang memotret bebereapa nama kader PDIP sebagai calon-calon bakal calon kontestasi bakal calon presiden,” katanya.

Dia menambahkan, saat ini partai yang dinaunginya tersebut tengah fokus membantu pemerintah dalam menanggulangi Covid-19 dan belum berpikiran untuk 2024.

"Lagi-lagi PDIP masih fokus bersama pemerintah untuk menanggulangi persoalan pandemi. Bahwa persoalan siapa yang nanti yang bakal calon presiden atau cawapres masih panjang dan tentu hasil survei ini masih dinamis,” tandasnya.

Populer

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Eggi Sudjana Kerjain Balik Jokowi

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

UPDATE

Corak Kita di Mata Marx

Kamis, 29 Januari 2026 | 06:01

Hoaks Tersangka Putriana Dakka Dilaporkan ke Divisi Propam Mabes

Kamis, 29 Januari 2026 | 05:55

Pelukan Perkara Es Jadul

Kamis, 29 Januari 2026 | 05:29

Eggi Sudjana: Roy Suryo Belagu, Sok Merasa Hebat

Kamis, 29 Januari 2026 | 05:12

Sekda Jateng Turun Tangan Cari Pendaki Hilang di Bukit Mongkrang

Kamis, 29 Januari 2026 | 05:00

Polisi Pastikan Seluruh Karyawan Pabrik Swallow Medan Selamat

Kamis, 29 Januari 2026 | 04:31

Mengenal Luluk Hariadi, Tersangka Korupsi Pengadaan Baju Ansor Rp1,2 Miliar

Kamis, 29 Januari 2026 | 04:17

Tanggung, Eggi-Damai Lubis Harusnya Gabung Jokowi Sekalian

Kamis, 29 Januari 2026 | 04:11

Eggi Sudjana: Tak Benar Saya Terima Rp100 Miliar

Kamis, 29 Januari 2026 | 03:40

Hukum Berat Oknum Polisi-TNI yang Tuduh Penjual Es Gabus Jual Produk Berbahan Spons

Kamis, 29 Januari 2026 | 03:08

Selengkapnya