Berita

Direktur Jendral (Dirjen) Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Jhoni Ginting/Net

Politik

Ratusan WNA Dari India Masuk Indonesia, Begini Penjelasan Dirjen Imigrasi

JUMAT, 23 APRIL 2021 | 20:08 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Satu pesawat yang mengangkut ratusan Warga Negara Asing (WNA) dari India dikabarkan masuk ke Indonesia pada Rabu kemarin (21/4).

Kabar ini dibenarkan Direktur Jendral (Dirjen) Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Jhoni Ginting, dalam acara gathering media yang diselenggarakan virtua, Jumat (23/4).

"Memang benar pada Rabu itu mendarat satu pesawat Air Asia dengan kode QZ-988 dari Chennai (salah satu Kota di India) ke Soekarno-Hatta, mengangkut 129 penumpang," ujar Jhoni.


Jhoni mengurai, jumlah penumpang yang diangkut pesawat Air Asia tersebut memang mayoritas ialah WNA. Di mana rinciannya, pemegang VISA kunjungan warga negara India 38 orang, pemegang KITAS warga negara India 46 orang, pemegang KITAS warga negara Amerika Serikat satu orang, pemegang VITAS India 32 orang, dan WNI 12 orang.

"Lalu ada kru (pesawat) 11 orang WNI. Ini adalah charter flight pertama," ungkap Jhoni.

Jhoni menyatakan, para penumpang pesawat WNA yang masuk Indonesia ini masuk ke kategori orang-orang yang dikecualikan, meskipun kondisi India tengah menghadapi gelombang ketiga lonjakan kasus Covid-19.

"Mereka semua mendapatkan dokumen perjalanan berupa visa yang termasuk dikecualikan, dan boleh masuk sesuai Peraturan Menkumham nomor 26 tahun 2020," tuturnya.

Kendati begitu, Kemenkumham memastikan tidak ada pelonggaran bagi WNA dari India yang memegang VISA untuk memasuki India. Terkecuali, mereka yang sudah mengurus lebih dahulu sebelum dikeluarkannya Surat Edaran (SE) Dirjen Imigrasi Kemenkumham soal larangan pembuatan VISA bagi WNA mulai tanggal 25 April 2021.

"Sejak kemarin siang saya sudah perintahkan secara lisan untuk BISA dari India sejak kemarin sudah kita stop untuk pengajuannya. Namun apa ada VISA lain yang sudah kita berikan? Ya ada," kata Jhoni.

"Nah, ini sisanya mereka mungkin kami akan koordinasi dengan Kemenhub untuk atur antisipasi melalui jalur penerbangannya. Kemungkinan besar ada juga yang masih dalam perjalanan ini akan kita antisipasi. Dan apabila masuk ke Indonesia, kita tetap mengacu dengan protokol kesehatan yang telah ditetapkan," tandasnya.

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

Purbaya Santai Tanggapi Risiko Pencucian Uang di Patriot Bond: Bisa Dipakai untuk Bangun Ekonomi

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:16

7 Cara Mencegah ISPA saat Musim Kemarau

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:10

ITDC Buka Suara soal Laporan Dugaan Korupsi PPK Mandalika ke KPK

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:07

Nadiem Apresiasi Mahasiswa yang Turun ke Jalan

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:04

Usulan Penderita TB Jadi Penerima MBG Harus Dikaji Matang

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:01

Kemenkeu Belum Berminat Miliki Saham BEI

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:59

Tiga Pejabat Bea Cukai Segera Diadili Gegara Terima Suap dan Gratifikasi Rp71 Miliar

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:53

Update Harga iPhone Terbaru di Indonesia 22 Juni 2026

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:49

Kuasa Hukum Sulaiman Minta Komnas HAM Awasi Dugaan Kriminalisasi

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:45

Joko Anwar Umumkan Pengabdi Setan 3 Akan Tayang 2027

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:32

Selengkapnya