Berita

Stasiun Luar Angkasa Internasional/Net

Dunia

Inggris: NASA Dan ESA Tak Akan Mampu Membangun ISS Tanpa Rusia

JUMAT, 23 APRIL 2021 | 17:27 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Keputusan Rusia untuk keluar dari Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) memicu kekhawatiran dari negara-negara lainnya.

Direktur Akademi Luar Angkasa Nasional Inggris, Anu Ohja mengatakan Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) dan Badan Antariksa Eropa (ESA) tidak dapat membangun ISS tanpa Rusia.

"NASA dan ESA tidak dapat membangun ISS tanpa keahlian Rusia," ujar Ohja pada Jumat (23/4), seperti dikutip Financial Times.


Lantaran menurutnya, ilmuwan Rusia ahli dalam membangun stasiun ruang angkasa modular.

Pada Minggu (18/4), Wakil Perdana Menteri Yury Borisov mengumumkan bahwa Rusia akan keluar dari ISS pada 2025, dan membangun stasiun luar angkasanya sendiri.

"Dan (Rusia) dengan jujur akan memberi tahu mereka (mitra) tentang penarikan diri dari ISS mulai 2025," ujar Borisov, seperti dikutip Sputnik.

Kemudian pada Rabu (21/4), kepala badan antariksa Roscosmos Dmitry Rogozin mengatakan setelah tenggat waktu, Rusia dapat mengalihkan tanggung jawab untuk segmennya di ISS ke AS dan memulai negosiasi dengan mereka.

ISS diluncurkan pada 1998, sebagai insiatif bersama antara Rusia, Amerika Serikat, Eropa, Kanada, dan Jepang. Sejauh ini sudah ada 15 negara yang berpartisipasi dalam proyek ISS.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Intervensi Jepang Runtuhkan Dominasi Dolar AS

Jumat, 01 Mei 2026 | 08:15

Saham Big Tech Bergerak Beragam, Alphabet dan Amazon Moncer

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:58

Mojtaba Khamenei: Tak Ada Tempat bagi AS di Teluk Persia

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:36

Harga Emas Melonjak setelah Jepang Intervensi Pasar Mata Uang

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:26

STOXX 600 Capai Level 611,28 Saat Sektor Industri Melesat di Atas 1 Persen

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:06

Diplomasi Raja Charles III terhadap ‘King’ Trump

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:57

Celios: Kita Menolak MBG Dijadikan Alat Politik

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:28

Keluarga, Buruh dan Prabowonomics

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:02

Pembatalan Unjuk Rasa May Day di DPR Dianggap Warganet ‘Sudah Cair’

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:39

Prabowo-Gibran Diselamatkan Beras

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:15

Selengkapnya