Berita

HMAS Ballarat berpatroli melewati anjungan gas lepas pantai yang besar di lepas pantai barat laut Australia Barat/Net

Dunia

Kerahkan Dua Kapal Fregat, Australia Siap Bantu Indonesia Dalam Misi Pencarian Kapal Selam KRI Nanggala

JUMAT, 23 APRIL 2021 | 16:17 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Australia menyampaikan keprihatinannya akan musibah kapal selam KRI Nanggala yang hilang kontak sejak Rabu (21/4) di perairan Bali.

Komandan Satgas Gabungan 635, Laksamana Muda Mark Hammond AM, RAN, mengatakan Angkatan Pertahanan Australia (ADF) turut dalam solidaris dan berdiri bersama tetangganya, Indonesia, pada saat yang sulit ini.

“Pikiran saya bersama awak kapal selam KRI Nanggala, keluarganya, dan warga Indonesia. Seperti biasa, kami siap membantu sesama pelaut di TNI AL,” ujar Hammond dalam rilis yang diterima Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (23/4).


Indonesia telah menerima tawaran Australia untuk membantu pencarian kapal selam yang hilang, KRI Nanggala 402.

Australia mengerahkan dua kapalnya, HMAS Ballarat dan HMAS Sirius, yang saat ini telah berada di laut pada penempatan wilayah yang terpisah, dan secepatnya menuju area pencarian.

Ballarat merupakan kapal jenis fregat kelas Anzac, dilengkapi dengan kemampuan sonar dan helikopter MH-60R di atas kapal, diharapkan tiba di area pencarian hari ini setelah transit di Selat Lombok.

Sementara kapal pendukung Sirius saat ini telah berada di lepas pantai Brunei dan diperkirakan akan berada di area pencarian secepatnya. Sirius dapat mengisi ulang kapal dengan bahan bakar, air, dan persediaan pada siang dan malam hari.

“Kedua kapal Australia ini akan membantu memperluas area pencarian dan juga akan memperpanjang durasi upaya pencarian," ujar Hammond.

Hingga saat ini, Departemen Pertahanan Australia tetap berhubungan erat dengan Indonesia untuk  menentukan apakah Australia dapat memberikan bantuan lebih lanjut.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Intervensi Jepang Runtuhkan Dominasi Dolar AS

Jumat, 01 Mei 2026 | 08:15

Saham Big Tech Bergerak Beragam, Alphabet dan Amazon Moncer

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:58

Mojtaba Khamenei: Tak Ada Tempat bagi AS di Teluk Persia

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:36

Harga Emas Melonjak setelah Jepang Intervensi Pasar Mata Uang

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:26

STOXX 600 Capai Level 611,28 Saat Sektor Industri Melesat di Atas 1 Persen

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:06

Diplomasi Raja Charles III terhadap ‘King’ Trump

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:57

Celios: Kita Menolak MBG Dijadikan Alat Politik

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:28

Keluarga, Buruh dan Prabowonomics

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:02

Pembatalan Unjuk Rasa May Day di DPR Dianggap Warganet ‘Sudah Cair’

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:39

Prabowo-Gibran Diselamatkan Beras

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:15

Selengkapnya