Berita

Vaksin Covid-19 AstraZeneca/Net

Dunia

WHO Tindak Lanjut Kasus Pembekuan Darah Vaksin AstraZeneca Di Luar Eropa

JUMAT, 23 APRIL 2021 | 09:54 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menindaklanjuti kasus pembekuan darah pada mereka yang telah divaksinasi oleh vaksin Covid-19 AstraZeneca.

Kelompok Penasihat Strategis Ahli (SAGE) WHO untuk imunisasi meminta data yang lebih banyak terkait kasus pembekuan darah di luar Eropa.

Pada 7 April, SAGE mengatakan hubungan antara suntikan Covid-19 AstraZeneca dan pembekuan darah masuk akal tetapi belum dikonfirmasi. Mereka menggarisbawahi bahwa kejadian yang dilaporkan "sangat jarang".


"WHO terus mendukung kesimpulan bahwa manfaat vaksin ini lebih besar daripada risikonya," kata badan PBB itu, seperti dikutip AFP.

Mengingat bukti yang muncul dari program vaksinasi yang sedang berlangsung, SAGE telah memperbarui rekomendasinya tentang suntikan vaksin AstraZeneca, yang sedang digunakan di 157 wilayah.

SAGE mengatakan sebagian besar kasus pembekuan dilaporkan di Inggris dan Uni Eropa, dengan sangat sedikit kasus yang tercatat di negara lain.

Sejauh ini belum diketahui apakah ada risiko pembekuan dari dosis kedua vaksin.

Namun SAGE sementara merekomendasikan mereka yang menderita pembekuan darah setelah suntikan pertama tidak boleh diberikan dosis kedua.

“Sebagian besar kasus ini dilaporkan dari Inggris dan Uni Eropa. Ada variasi geografis yang cukup besar sehubungan dengan kejadian yang dilaporkan, dengan sangat sedikit kasus yang dilaporkan dari negara non-Eropa, meskipun telah menggunakan vaksin secara ekstensif," kata SAGE.

"Estimasi risiko di luar Eropa membutuhkan pengumpulan dan analisis data lebih lanjut," tambahnya.

Dalam pedomannya, SAGE menyebut risiko pembekuan darah berdasarkan data dari Inggris adalah satu per 250 ribu orang dewasa yang divaksinasi. Sedangkan di Uni Eropa adalah satu dari 100 ribu.

"Belum ada faktor risiko spesifik yang diidentifikasi," lanjutnya.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Intervensi Jepang Runtuhkan Dominasi Dolar AS

Jumat, 01 Mei 2026 | 08:15

Saham Big Tech Bergerak Beragam, Alphabet dan Amazon Moncer

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:58

Mojtaba Khamenei: Tak Ada Tempat bagi AS di Teluk Persia

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:36

Harga Emas Melonjak setelah Jepang Intervensi Pasar Mata Uang

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:26

STOXX 600 Capai Level 611,28 Saat Sektor Industri Melesat di Atas 1 Persen

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:06

Diplomasi Raja Charles III terhadap ‘King’ Trump

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:57

Celios: Kita Menolak MBG Dijadikan Alat Politik

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:28

Keluarga, Buruh dan Prabowonomics

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:02

Pembatalan Unjuk Rasa May Day di DPR Dianggap Warganet ‘Sudah Cair’

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:39

Prabowo-Gibran Diselamatkan Beras

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:15

Selengkapnya