Berita

KRI Nanggala-402/Net

Dunia

AS Kerahkan Bantuan Udara Untuk Pencarian KRI Nanggala-402

JUMAT, 23 APRIL 2021 | 08:15 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Amerika Serikat (AS) ikut mengerahkan bantuan untuk mencari kapal selam KRI Nanggala-402 yang hilang kontak di perairan Bali.

Jurubicara Pentagon, John Kirby mengonfirmasi hal tersebut. Ia mengatakan AS mengirimkan peralatan udara untuk membantu proses pencarian dan penyelamatan.

"Kami sangat sedih dengan berita kapal selam Indonesia hilang, dan pikiran kami bersama para pelaut  Indonesia dan keluarnya," ujar Kirby, seperti dikutip Sputnik, Jumat (23/4).


"Atas undangan pemerintah Indonesia, kami mengirimkan peralatan udara untuk membantu pencarian kapal selam yang hilang," tambah dia tanpa merinci peralatan apa saja yang dikerahkan.

Selain AS, sejumlah negara juga sudah turut mengerahkan bantuan untuk mencari KRI Nanggala-402.

Singapura telah mengirim kapal penyelamat MV Swift Rescue. Sedangkan Malaysia mengirim kapal selam MV Mega Bakti. Australia dan Korea Selatan juga turut bahu-membahu dengan mengerahkan pasukannya.

India dilaporkan mengirim kapal yang dilengkapi dengan wahana bawah air dan sistem pelacak sonar yang dapat mendeteksi hingga 1.000 meter di bawah laut.

KRI Nanggala-402 hilang kontak pada Rabu (21/4) setelah mengalami malfungsi saat manuver penyelaman. Kapal selam itu membawa 53 orang ketika insiden terjadi.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Intervensi Jepang Runtuhkan Dominasi Dolar AS

Jumat, 01 Mei 2026 | 08:15

Saham Big Tech Bergerak Beragam, Alphabet dan Amazon Moncer

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:58

Mojtaba Khamenei: Tak Ada Tempat bagi AS di Teluk Persia

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:36

Harga Emas Melonjak setelah Jepang Intervensi Pasar Mata Uang

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:26

STOXX 600 Capai Level 611,28 Saat Sektor Industri Melesat di Atas 1 Persen

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:06

Diplomasi Raja Charles III terhadap ‘King’ Trump

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:57

Celios: Kita Menolak MBG Dijadikan Alat Politik

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:28

Keluarga, Buruh dan Prabowonomics

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:02

Pembatalan Unjuk Rasa May Day di DPR Dianggap Warganet ‘Sudah Cair’

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:39

Prabowo-Gibran Diselamatkan Beras

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:15

Selengkapnya