Berita

Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB), Adhie Massardie/Repro

Politik

Adhie Massardie: Separuh Kabinet Saat Ini Sudah Rusak Dan Harus Diganti

KAMIS, 22 APRIL 2021 | 15:38 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Separuh Kabinet Indonesia Maju dianggap sudah rusak dan harus segera diganti sejak beberapa bulan yang lalu.

Demikian disampaikan oleh Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB), Adhie Massardie yang juga merupakan mantan Jurubicara Presiden KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur.

Pernyataan itu disampaikan saat menjadi narasumber di acara Tanya Jawab Cak Ulung bertajuk "Reshuffle Kabinet: Inisial M & Sowannya Nadiem Ke Megawati" yang diselenggarakan Kantor Berita Politik RMOL.


"Sebetulnya sih kalau melihat kinerjanya ini sejak beberapa bulan yang lalu harus sudah dilakukan reshuffle. Karena kalau tidak dilakukan reshuffle nih kerusakannya akan makin terus. Kalau kita melihat supir salah jalan, kita biarkan saja kan makin lama makin jauh," ujar Adhie, Kamis (22/4).

Adhie pun mengibaratkan menteri sebagai busi yang ada pada mesin mobil. Jika ada busi yang rusak, maka harus segera diganti agar tidak merembet ke yang lainnya.

"Ini memang separuh busi kabinet ini agak masalah, agak parah. Kinerjanya terutama di sektor yang terkait dengan ekonomi. Seperti keuangan, pertanian, perdagangan dan lain-lain yang ada kaitannya dengan ekonomi. Ini memang harus diganti sepenuhnya, seluruhnya," jelas Adhie.

Karena menurut Adhie, ekonomi merupakan persoalan yang paling menyentuh hajat hidup orang banyak. Apalagi, ekonomi Indonesia sebelum adanya pandemi virus corona baru (Covid-19) sudah negatif.

"Karena memang kinerjanya, kebijakan-kebijakannya tidak mendorong perputaran roda ekonomi nasional yang baik. Nah begitu ada covid-19, yang sudah negatif kan tambah hancur, sehingga menjadi lah negatif seperti sekarang ini," pungkas Adhie.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Bea Cukai Sita 1.435 Bale Pakaian Bekas Ilegal Senilai Rp11,4 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:26

Bea Cukai Gagalkan 30 Kontainer Berisi Beras-Garam hingga Balpres, Nilainya Rp27,3 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:14

Lulus Kuliah, Sarjana SGU Ditantang Adaptif Hadapi Perubahan

Selasa, 22 September 2026 | 12:03

KPK Bakal Dalami Keterlibatan Dua Dirjen ATR/BPN yang Belum Jadi Tersangka

Selasa, 22 September 2026 | 11:55

Keselamatan Warga Harus Diprioritaskan di Tengah Banjir Bandang Solok

Selasa, 22 September 2026 | 11:51

Menlu Sugiono Serukan Langkah Nyata Group Eight Hentikan Krisis Gaza

Selasa, 22 September 2026 | 11:49

Harga Bitcoin Melonjak 6,66 Persen ke 86.614 Dolar AS

Selasa, 22 September 2026 | 11:47

Parpol Nonparlemen Bakal Kesulitan Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Selasa, 22 September 2026 | 11:37

NPCT1 Pastikan Tidak Ada Korban Pasca-Kebakaran Kontainer

Selasa, 22 September 2026 | 11:32

Sjafrie Apresiasi Jepang, dari Kemitraan Pertahanan hingga Bantuan Chinook

Selasa, 22 September 2026 | 11:05

Selengkapnya