Berita

Staf Khusus Presiden Joko Widodo, Billy Mambrasar/Net

Politik

Stafsus Jokowi: Suatu Saat, Anak Papua Bakal Jadi Presiden

KAMIS, 22 APRIL 2021 | 11:39 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Kelak, para pemuda asal Indonesia Timur bakal jadi pemimpin bangsa. Bahkan, suatu saat nanti ada anak Papua yang menjadi Presiden RI.

Demikian disampaikan Staf Khusus (Stafsus) Presiden RI, Billy Mambrasar, yang menilai peluang pemuda-pemuda Papua menjadi pemimpin masa depan Indonesia sangat besar.

Penegasan Billy itu disampaikannya dalam sebuah talkshow bersama Merry Riana, yang ditayangkan di akun Instagram pribadinya @billymambrasar.


Dalam video yang sama juga muncul pernyataan Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh, bahwa suatu saat nanti dirinya akan melihat anak-anak Indonesia berkulit hitam dan berambut keriting menjadi pemimpin Republik Indonesia.

“Suatu saat nanti, kaum minoritas seperti saya, dapat menjadi pemimpin di negeri ini," kata Billy yang dikutip Kantor Berita RMOLJakarta, Kamis (22/4).

Dari 7 orang presiden yang pernah memimpin negeri ini, 6 di antaranya berasal dari Pulau Jawa, dan 1 presiden dari Sulawesi Selatan.

Billy yang asli Papua ini dilantik menjadi salah satu dari 11 Stafsus Presiden Joko Widodo pada November 2019 lalu.

Sebelum menjadi Stafsus Presiden, Billy pernah menempuh pendidikan di Universitas Oxford (Inggris), dan Harvard (Amerika Serikat).

Billy juga aktif mempromosikan pendidikan di Papua, Maluku, dan NTT melalui Yayasan Kitong Bisa.

Beberapa program kerja berkolaborasi dengan kementerian dan lembaga diusung Billy untuk mempersempit jurang pembangunan antara Papua, Indonesia Timur, dan bagian lain dari Indonesia.

"Nama programnya 'Baper' atau Bawa Perubahan," jelas Billy.

Billy juga terus mengusung narasi tunggal: "Mari Membangun Indonesia dari Papua, Mari Membangun Indonesia dari Timur Indonesia".

"Harapanya adalah anak-anak dari Indonesia Timur dapat berdiri sejajar dengan bagian lain dari Indonesia," demikian Billy.

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya