Berita

Ketua DPR AS Nancy Pelosi/Net

Dunia

Beri Ucapan Terima Kasih Pada George Floyd, Nancy Pelosi Tuai Kritikan

RABU, 21 APRIL 2021 | 14:24 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Ketua DPR Amerika Serikat (AS) Nancy Pelosi menuai banyak kritik atas pernyataannya terkait dengan kasus George Floyd.

Pada Selasa (20/4), Derek Chauvin, polisi kulit putih, telah dinyatakan bersalah atas tiga dakwaan pembunuhan terhadap George Floyd, pria kulit hitam.

Tahun lalu, tepatnya 25 Mei 2020, Chauvin menangkap Floyd yang dituding menggunakan uang 20 dolar AS palsu di sebuah toko. Ia kemudian memborgol Floyd dan menekan lututnya ke leher pria tersebut selama lebih dari 9 menit.


Chauvin tidak melepaskan lututnya meski Floyd mengerang dan mengaku tidak bisa bernapas.

Kematian Floyd memicu protes massal di sejumlah kota besar di Amerika Serikat, di mana para demonstran mengecam kebrutalan polisi dan menuntut keadilan bagi orang kulit hitam.

Setelah putusan pengadilan, Pelosi mengadakan konferensi pers dan memuji keputusan para juri. Ia menyebutnya sebagai langkah ke arah yang benar untuk keadilan.

Pelosi kemudian menyampaikan terima kasihnya kepada Floyd, yang ia anggap telah berkorban untuk keadilan.

"Terima kasih George Floyd karena telah mengorbankan hidup Anda demi keadilan," kata Pelosi, seperti dikutip dari The Times.

Pernyataan tersebut lah yang menuai kritikan pedas di media sosial.

Bahkan berbagai kritikan menggiring pendapat bahwa Ketua DPR harus diisi oleh seseorang dari kulit hitam.

“Komentar Parlemen Pelosi tentang George Floyd sama sekali tidak pantas. Setidaknya, dia harus meminta maaf,"  ujar anggota legislatif Georgia dari Demokrat, Josh McLaurin.

"Tapi lebih dari itu, saya pikir kesalahan menjelaskan seberapa besar negara ini akan mendapat manfaat dari Ketua DPR Hitam," tambahnya.

Sejauh ini, Perwakilan Kulit Hitam Hakeem Jeffries, dipandang sebagai calon yang tepat untuk menggantikan Pelosi.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Intervensi Jepang Runtuhkan Dominasi Dolar AS

Jumat, 01 Mei 2026 | 08:15

Saham Big Tech Bergerak Beragam, Alphabet dan Amazon Moncer

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:58

Mojtaba Khamenei: Tak Ada Tempat bagi AS di Teluk Persia

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:36

Harga Emas Melonjak setelah Jepang Intervensi Pasar Mata Uang

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:26

STOXX 600 Capai Level 611,28 Saat Sektor Industri Melesat di Atas 1 Persen

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:06

Diplomasi Raja Charles III terhadap ‘King’ Trump

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:57

Celios: Kita Menolak MBG Dijadikan Alat Politik

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:28

Keluarga, Buruh dan Prabowonomics

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:02

Pembatalan Unjuk Rasa May Day di DPR Dianggap Warganet ‘Sudah Cair’

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:39

Prabowo-Gibran Diselamatkan Beras

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:15

Selengkapnya