Berita

Pengamat pemerintahan, Arifin Saleh Siregar/RMOLSumut

Politik

Pengamat: Walikota Medan Harus Paham Kapan Jadi 'Keluarga Istana' Dan Kapan Jadi Pejabat Publik

RABU, 21 APRIL 2021 | 08:32 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Insiden pengusiran wartawan yang sedang menjalankan tugasnya di Kantor Walikota Medan beberapa waktu lalu kini sudah jadi sorotan banyak pihak.

Menurut Pengamat Pemerintah Kota Medan, Arifin Saleh Siregar, Bobby Nasution harusnya memahami tugas pokoknya sebagai pejabat publik atau orang nomor satu di Kota Medan. Dengan begitu akan terlihat kapan pengamanan selaku pribadi (keluarga istana) dan kapan ia harus ditempatkan sebagai pejabat publik.

"Dalam konteks tugas pemerintahan Kota Medan, dia juga harus bisa memilah, mana yang harus dikedepankan, mana yang yang harus di kesampingkan. Juga bisa mengambil keputusan skala prioritas posisinya sebagai kepala pemerintahan dibanding dengan keluarga istana," paparnya kepada wartawan, Selasa (20/4).


Meskipun Walikota Medan saat ini berstatus keluarga presiden yang tak lekang oleh penjagaan kepresidenan, di sisi lain Bobby juga harus tahu bahwa dia milik warga Kota Medan dengan status yang disandangnya.

"Sebagai pejabat publik dia harus memahami bahwa dia milik publik, milik warga Kota Medan, dan konsekuesi sebagai pejabat publik itu banyak," ujarnya, dikutip Kantor Berita RMOLSumut.

Terkait pengusiran wartawan yang dilakukan oleh tim pengawalan, Bobby menurut Arifin seharusnya bisa memperlihatkan sisi bijak selaku pemimpin.

"Nah di sinilah dia menentukan posisinya itu, dia harus berani dan tegas kapan dia pejabat publik dan kapan dia keluarga istana. Terkait permasalahan yang terjadi kepada wartawan ini juga harus disikapi dengan bijak. Ini sebuah kritik yang membangun jangan dianggap bahwa ini bertendensi negatif," tegasnya.

Dekan FISIP UMSU ini menambahkan, pers adalah pilar dari demokrasi dan saluran komunikasi untuk menyampaikan suara publik kepada pemerintah Kota Medan maupun sebaliknya.

"Agar ini tidak berlalut-larut kita minta Bobby dan aparat pemkot, bukan lagi tim suksesnya, untuk membangun komunikasi politik kepada semua pihak yang berkaitan dengan persoalan ini. Itu fungsinya pejabat publik atau kepala daerah ketika ada persoalan semacam ini, atau persoalan yang muncul," demikian Arifin Saleh Siregar.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

Komisi III DPR Sambut KUHP dan KUHAP Baru dengan Sukacita

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:12

Bea Keluar Batu Bara Langkah Korektif Agar Negara Tak Terus Tekor

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:08

Prabowo Dua Kali Absen Pembukaan Bursa, Ini Kata Purbaya

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:07

Polri Susun Format Penyidikan Sesuai KUHP dan KUHAP Baru

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:06

Koalisi Permanen Mustahil Terbentuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:01

Polri-Kejagung Jalankan KUHP dan KUHAP Baru Sejak Pukul 00.01 WIB

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:58

Tutup Akhir Tahun 2025 DPRD Kota Bogor Tetapkan Dua Perda

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:46

Presiden Prabowo Harus Segera Ganti Menteri yang Tak Maksimal

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:42

Bitcoin Bangkit ke Level 88.600 Dolar AS

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Berjualan di Atas Lumpur

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Selengkapnya