Berita

Ketua Harian Pergerakan Penganut Khitthah Nahdliyyah (PPKN), Tjetjep Muhammad Yasin/Net

Politik

Soal Penistaan Agama Jozeph Paul Zhang, Gus Yasin: Akibat Penafsiran Toleransi Yang Kebablasan

SENIN, 19 APRIL 2021 | 11:10 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Kelakuan Jozeph Paul Zhang adalah contoh nyata tindak radikal yang tanggungjawabnya melekat secara pribadi. Sehingga tindakannya tidak boleh dinyatakan berhubungan dengan agama yang bersangkutan.

Dikatakan Ketua Harian Pergerakan Penganut Khitthah Nahdliyyah (PPKN), Tjetjep Muhammad Yasin, dalam kasus Jozeph Paul Zhang ini, bisa juga disebabkan salah penafsiran toleransi yang kebablasan.

“Ini dimungkinkan juga akibat dari penafsiran toleransi yang kebablasan dari tokoh-tokoh agama yang sok merasa toleransi. Bahkan dari tokoh agama itu menganggap yang menjalankan akidah adalah radikal, sehingga menuduh yang mendakwahkan akidah berpotensi menciptakan radikal," jelas Gus Yasin kepada Kantor Berita RMOLJatim, Senin (19/4).


"Lebih parah lagi. mereka mengatakan seolah-olah orang Islam yang menjaga akidah dan mengajarkan akidah adalah mereka yang berpotensi melakukan dan menciptakan pelaku kejahatan teroris,” sambungnya.

Ditambahkan Gus Yasin, para tokoh agama yang sok toleransi tanpa malu-malu melupakan catatan sejarah bahwa Rasulullah SAW yang sangat toleran 13 tahun mengajarkan akidah kepada pengikutnya umat Islam dengan membekali pentingnya hubungan antar manusia untuk saling hormat menghormati dengan tidak mencampuradukan hubungan manusia dengan akidah.

“Rasulullah SAW melarang keras pengikutnya dalam hal ini orang Islam dalam peperangan sekalipun menghancurkan tempat ibadah dan mengganggu ibadahnya pemeluk agama lain. Toleransi yang dicontohkan Rasulullah SAW sangat jelas dengan tidak mencampuradukkan akidah dalam beragama,” urai Gus Yasin.

Perbuatan Paul Zhang ini, sesungguhnya sudah lama dan sepertinya dibiarkan oleh aparat kepolisian sehingga kebablasan.

“Entah kenapa juga para tokoh agama khususnya dari Islam yang mengatakan dan menuduh Islam dengan akidahnya adalah radikal dan berpotensi menciptakan pelaku kejahatan teroris diam saja. Padahal dari pernyataan Paul Zhang yang ditayangkan di video-videonya jelas yang bersangkutan adalah sosok pribadi radikal yang berpotensi membentuk kelompok radikal bahkan sangat rawan membenturkan antarumat beragama,” paparnya.  

Sehingga Gus Yasin berharap dari kasus Paul Zhang ini mereka yang menuduh Islam dengan akidahnya sadar bahwa potensi tindak radikal dan kejahatan kemanusiaan terorisme tidak berhubungan dengan agama Islam dengan akidahnya, dan tidak berhubungan dengan agama apapun.

“Islam adalah rahmatan lil alamin. Islam dengan akidahnya cinta damai. Sebagai wujud hubungan sesama manusia atau hablum minannas, saya mengajak saudaraku siapapun dengan tidak membedakan agama, suku, dan ras, bersama kita lawan kejahatan kemanusiaan teroris dan pelaku korupsi yang juga merupakan teroris yang nyata yang membuat rakyat Indonesia menjadi sengsara,” tutupnya.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

UPDATE

Investasi Jakarta Tertinggi Nasional, Tumbuh 22,1 Persen

Rabu, 04 November 2026 | 00:34

Pemerintah Optimis Polri Bakal Bongkar Aktor Intelektual Penyadapan Presiden

Rabu, 04 November 2026 | 00:20

Geledah Pukul 03.20

Rabu, 04 November 2026 | 00:04

Peduli Karhutla, PKSS Salurkan Ribuan Masker dan Susu Steril

Selasa, 03 November 2026 | 23:43

Listyo Sigit Cs Salah Pilih Lawan, Akhirnya Masuk Penjara

Selasa, 03 November 2026 | 23:22

WNA China Praperadilkan BNN di PN Jaktim terkait Narkoba

Selasa, 03 November 2026 | 23:00

Ditanya soal Gibran Ikut Disadap, Yusril: Wallahu A'lam bish-Shawab

Selasa, 03 November 2026 | 22:45

TEI 2026 jadi Pintu Ekspor Produk Sawit dan Pangan Indonesia

Selasa, 03 November 2026 | 22:32

Ini Kronologi Penyadapan Prabowo oleh Listyo Sigit Dkk

Selasa, 03 November 2026 | 22:29

Prabowo Bekali 400 Calon Pemimpin BUMN dengan Nilai Integritas dan Nasionalisme

Selasa, 03 November 2026 | 22:13

Selengkapnya