Berita

Banjir bandang di Nusa Tenggara Timur yang terjadi beberapa waktu lalu/Ist

Politik

Walhi: Apa Yang Terjadi Di NTT Tidak Murni Sebagai Bencana Alam

SENIN, 19 APRIL 2021 | 01:23 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Bencana alam yang terjadi di sejumlah wilayah di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan potret mitigasi yang buruk dan dampak dari bencana ekologis di kawasan tersebut.

“Kami menggunakan istilah bencana ekologis karena bencana di NTT tu tidak murni bencana alam atau yang sifatnya alamiah, tapi ada urusan dengan mitigasi yang buruk,” ucap DIrektur Eksekutif Walhi NTT, Umbu Wulang Tanaamahu dalam seminar virtual Public Virtue Research Institute (PVRI), Minggu (18/4).

Meski BMKG menyampaikan bahwa bencana banjir bandang yang terjadi di NTT merupakan akibat siklon seroja yang terpusat di laut, ia berpandangan ada dampak dari daya dukung dan daya tampung lingkungan yang kian memburuk.


"Ini kenapa ruasan dampaknya besar dan memakan jumlah korban? Pertama tentu saja karena siklon seroja, yang kedua mitigasi yang buruk, dan yang ketiga daya dukung dan daya tampung lingkungan yang berkurang,” katanya.

Dia menjelaskan, mitigasi yang buruk tersebut telah terdeteksi pada empat tahun terakhir di NTT sering dilanda sejumlah bencana seperti banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, kebakaran hutan dan juga erupsi gunung berapi.

Namun fakta tersebut tak disikapi pemerintah daerah yang kurang tanggap dengan adanya mitigasi bencana di kawasan NTT. Sehingga, kata dia, di saat terjadi peristiwa bencana memakan korban yang cukup banyak.

"Artinya kami melihat bahwa pemerintah daerah memang tidak tanggap untuk melakukan mitigasi dalam proses peringatan yang diberikan BMKG," tandasnya.

Populer

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Eggi Sudjana Kerjain Balik Jokowi

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

KPK Amankan Dokumen dan BBE saat Geledah Kantor Dinas Perkim Pemkot Madiun

Rabu, 28 Januari 2026 | 11:15

UPDATE

Golkar: Pengganti Adies Kadir di DPR Caleg Suara Terbanyak Berikutnya

Kamis, 29 Januari 2026 | 16:18

Nasib Generasi Emas Terancam Gegara Purbaya Belum Terapkan Cukai MBDK

Kamis, 29 Januari 2026 | 16:16

PAN Dukung Ambang Batas Parlemen Nol Persen dengan Fraksi Terbatas

Kamis, 29 Januari 2026 | 16:10

IHSG Mulai Stabil Usai OJK Respons Peringatan MSCI Terkait Status Pasar Frontier

Kamis, 29 Januari 2026 | 16:05

Amdatara Konsolidasikan Industri AMDK, Perkuat Kolaborasi dengan Pemda

Kamis, 29 Januari 2026 | 15:55

41 Desa di Kabupaten Bekasi Banjir Usai Diterpa Hujan Lebat

Kamis, 29 Januari 2026 | 15:53

Pesawat Jatuh di Kolombia, Seluruh Penumpang Tewas Termasuk Anggota DPR

Kamis, 29 Januari 2026 | 15:51

IHSG Anjlok Dua Hari, Momentum Perbaikan Pasar Modal

Kamis, 29 Januari 2026 | 15:48

Harga CPO Terkerek Lonjakan Minyak Mentah Dunia

Kamis, 29 Januari 2026 | 15:45

PAN Dukung MK Hapus Ambang Batas Parlemen

Kamis, 29 Januari 2026 | 15:42

Selengkapnya