Berita

Alexei Navalny/Net

Dunia

Kesehatan Kian Buruk, Alexei Navalny Bisa Kena Serangan Jantung Setiap Saat

MINGGU, 18 APRIL 2021 | 08:27 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

Kesehatan tokoh oposisi Kremlin, Alexei Navalny terus memburuk dengan cepat. Bahkan ia berisiko terkena serangan jantung setiap saat.

Begitu peringatan yang disampaikan oleh dokter pribadi Navalny, Anastasua Vasilyeva. Ia dan tiga dokter lainnya, termasuk seorang ahli jantung, telah meminta petugas penjara untuk segera memberikan akses merawat Navalny.

Permintaan itu sampaikan lewat surat yang ditujukan kepada kepala Layanan Penjara Federal Rusia dan diunggah di akun Twitter Vasilyeva pada Sabtu (17/4).


Surat itu menyebutkan bahwa kadar potasium dalam tubuh Navalny sudah mencapai tingkat kritis.

"Ini berarti gangguan fungsi ginjal dan masalah irama jantung yang serius dapat terjadi setiap saat," begitu isi surat tersebut, seperti dikutip AFP.

Para dokter itu menjelaskan, memiliki kadar kalium darah lebih tinggi dari 6,0 milimol per liter biasanya memerlukan perawatan segera. Sementara Navalny berada di 7.1.

Buruknya kesehatan Navalny disebabkan oleh agen saraf Novichok yang meracuninya  pada tahun lalu.

Menurut para dokter, Navalny harus segera diperiksa dengan mempertimbangkan tes darah dan keracunannya.

Lebih dari 70 orang, yang terdiri dari penulis, seniman, dan akademisi internasional, termasuk Benedict Cumberbatch, Jufe Law, dan Vanessa Redgrave membuat petisi agar Presiden Vladimir Putin memberikan Navalny perawatan yang tepat.

Petisi itu diterbitkan di surat kabar Prancis, Le Monde, pada Jumat (16/4).

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Permintaan Chip AI Dongkrak Saham Intel hingga 24 Persen

Sabtu, 25 April 2026 | 12:18

Apa Itu UNCLOS? Dasar Hukum Jadi Acuan Indonesia di Selat Malaka

Sabtu, 25 April 2026 | 12:03

Purbaya Siap Geser hingga Non-Job Pegawai Pajak Bermasalah

Sabtu, 25 April 2026 | 12:02

Jalan Mulus Kevin Warsh ke Kursi The Fed, Dolar AS Langsung Terkoreksi

Sabtu, 25 April 2026 | 11:45

Subsidi Motor Listrik Disiapkan Lagi, Pemerintah Bidik 6 Juta Unit

Sabtu, 25 April 2026 | 11:16

IHSG Sepekan Anjlok 6,61 Persen, Kapitalisasi Pasar Menciut Jadi Rp12.736 Triliun

Sabtu, 25 April 2026 | 10:59

Rupiah Melemah, DPR Desak Pemerintah Jaga Daya Beli Rakyat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:48

Wamen Ossy Gaspol Benahi Layanan Pertanahan: Target Tanpa Antrean dan Lebih Cepat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:27

Ketergantungan pada Figur, Cermin Lemahnya Demokrasi Internal Parpol

Sabtu, 25 April 2026 | 10:02

Netanyahu Akui Sempat Jalani Terapi Kanker Secara Diam-diam

Sabtu, 25 April 2026 | 09:51

Selengkapnya