Berita

Kabinet Indonesia Maju/Net

Politik

Reshuffle Jilid II, Tim Ekonomi Dan Investasi Layak Jadi Sasaran

KAMIS, 15 APRIL 2021 | 11:18 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Apabila pemerintahan Jokowi-Maruf berencana melakukan reshuffle kabinet, maka tim ekonomi dan investasi yang layak menjadi sasaran.

Demikian disampaikan pendiri Perhimpunan Masyarakat Madani (Prima) Sya'roni H. Amin menanggapi wacana kocok ulang kabinet setelah peleburan Kemendikbud-Kemenristek dan penambahan Kementerian Investasi.

"Merosotnya ekonomi dan investasi pada 2020 tidak sepenuhnya disebabkan oleh pandemi Covid19. Sejatinya sebelum pandemi, ekonomi Indonesia sudah menunjukkan penurunan," ujar Sya'roni kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (15/4).

Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal IV tahun 2019 tercatat 4,97 persen, terburuk sejak kuartal IV tahun 2016. Kala itu ekonomi Indonesia hanya tumbuh 4,94 persen.

Memasuki 2020, ekonomi makin parah. Pada kuartal I tahun 2020, capaian pertumbuhan ekonomi hanya sebesar 2,97 persen atau berkurang 2,41 persen dibandingkan kuartal IV tahun 2019.

Jelas Sya'roni, pada 2 Maret 2020 diumumkan kasus Covid-19 pertama di Indonesia. Pada 31 Maret 2020, pemerintah mengeluarkan Perppu Corona.

Dalam Perppu inilah diatur beberapa aturan istimewa di antaranya defisit APBN bisa melebihi 3 persen dari PDB, Bank Indonesia bisa membeli Surat Berharga Negara (SBN) di Pasar Perdana, dan pejabat keuangan tidak bisa dituntut hukum.

Menurut Sya'roni, semestinya berbekal aturan istimewa tersebut, ekonomi Indonesia bisa dipertahankan bertumbuh positif seperti yang dicapai oleh empat negara ASEAN yaitu Vietnam, Myanmar, Brunei Darussalam dan Laos.

"Namun faktanya, akhir 2020 ditutup dengan capaian ekonomi minus 2,07 persen," imbuhnya.

Di sisi lain, lanjut Sya'roni, utang pemerintah terus melonjak. Pada akhir Februari 2021, total utang pemerintah telah mencapai Rp 6.361 triliun, naik tajam jika dibandingkan periode Februari 2020 yang hanya sebesar Rp 4.948,18 triliun.

Artinya, dalam tempo setahun utang meningkat Rp 1.412,82 triliun. Utang melonjak tajam tidak sebanding dengan capaian ekonomi yang mengalami minus 2,07 persen.

Sya'roni menambahkan, prestasi muram juga terjadi pada sektor investasi. Realisasi investasi pada 2020 hanya mencapai Rp 4.897,78 triliun atau tumbuh minus 4,95 persen.

Dari tahun ke tahun, pertumbuhan investasi terus menurun. Pada 2018, pertumbuhan investasi mencapai 6,64 persen. Tahun 2019, turun menjadi 4,45 persen. Dan pada 2020, anjlok menjadi minus 4,95 persen.

"Pada struktur PDB 2020, investasi menyumbang kemerosotan terdalam yakni minus 1,65 persen. Sementara konsumsi rumah tangga berkontribusi sebesar minus 1,43 persen," tutup Sya'roni.

Populer

Habib Rizieq Dituntut 6 Tahun Penjara, Pengacara: 1000 Persen Yakin Hakim Punya Hati Nurani

Kamis, 03 Juni 2021 | 14:12

Semprot Ferdinand, Andi Sinulingga: Sungguh Biadab Umpamakan Anies-RK Seperti PSK, Kenapa Polisi Diam?

Jumat, 11 Juni 2021 | 22:38

Rakyat Miskin Apes Kena PPN Sembako 12 Persen, Giliran Orang Kaya Malah Dapat PPnBM Mobil 0 Persen

Rabu, 09 Juni 2021 | 18:32

Mahkamah Partai Berkarya Pecat Muchdi Pr Dari Jabatan Ketua Umum

Senin, 07 Juni 2021 | 19:06

Rizal Ramli: Mas Yasonna Yang Bener Lah, Masak Pasal Penghinaan Presiden Untuk Jaga Peradaban?

Kamis, 10 Juni 2021 | 09:44

Profesor Rochmat Wahab: Kalau Megawati Dianggap Berhasil, Seharusnya Dulu Dia Menang Pilpres

Jumat, 11 Juni 2021 | 07:59

KPK Semakin Kuat Usai Pelantikan Pegawai, Ketum LPPI: Terbukti Langsung Tahan Tersangka Anja Runtuwene

Jumat, 04 Juni 2021 | 18:38

UPDATE

Milih Sama Ganjar Ketimbang Hadiri Pengukuhan Mega Profesor, Jokowi Sudah Mainkan Peran Penentu Capres PDIP

Sabtu, 12 Juni 2021 | 20:42

Pasca Kebakaran Kilang, Pertamina Jamin Stok Gas Dan Minyak Di Jatim Dan DIY Aman

Sabtu, 12 Juni 2021 | 20:39

Tak Cuma Sembako Dan Sekolah, Ini Deretan Jasa Pelayanan Kesehatan Bakal Kena PPN

Sabtu, 12 Juni 2021 | 20:06

Chappy Hakim: Negara Yang Tak Berdaulat Di Udara Jadi Negara Terbuka Bagi Penyerang

Sabtu, 12 Juni 2021 | 20:04

Mentan Perkuat Strategi Kolaborasi Untuk Pacu Produktivitas Pertanian

Sabtu, 12 Juni 2021 | 19:42

Cuma Buat Video Ucapan Selamat Ke Megawati, Jokowi Kentara Dukung Ganjar

Sabtu, 12 Juni 2021 | 19:05

Banom PKB se-DKI Jakarta Solid Dorong Muhaimin Maju Pilpres 2024

Sabtu, 12 Juni 2021 | 19:01

Jelang KTT NATO, Menhan Turki, Inggris Dan Italia Bertemu Di Kapal HMS Queen Elizabeth

Sabtu, 12 Juni 2021 | 18:57

Tertahannya HRS Di Mekkah Indikasikan Ada Kekuatan Besar Yang Kacaukan Kesepakatan Dengan Wiranto-BG Dan Tito

Sabtu, 12 Juni 2021 | 18:40

Resmi: Haji Tahun Ini Hanya Untuk Umat Muslim Yang Berada Di Arab Saudi Dan Jumlahnya Tidak Lebih Dari 60.000 Jemaah

Sabtu, 12 Juni 2021 | 18:35

Selengkapnya